Toyota Indonesia: Pasar Otomotif Domestik Jadi Penopang Industri Komponen

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota Kijang Innova Zenix versi trondol di pameran Trade Expo Indonesia 2025 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Kijang Innova Zenix versi trondol di pameran Trade Expo Indonesia 2025 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Salah satu pelaku manufaktur kendaraan terbesar di Tanah Air, Toyota Indonesia memberi tanggapan perihal kondisi industri komponen otomotif saat ini. Sektor ini dikatakan masih memiliki fondasi resiliensi yang cukup kuat.

Dalam keterangan resmi yang diterima kumparan, besarnya ceruk pasar domestik serta konsistensi performa pengapalan unit ke luar negeri, menjadi pilar utama penopang daya tahan salah satu pendukung ekosistem industri tersebut.

Kendati begitu, tekanan yang dihadapi oleh para pelaku industri penunjang saat ini juga terbilang relatif tidak ringan. Penurunan volume penjualan dalam tiga tahun terakhir secara tidak langsung memberikan dampak berantai pada operasional rantai pasok komponen lokal.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam menegaskan bahwa kondisi sektor industri komponen otomotif domestik sebenarnya tidak seburuk yang diasumsikan oleh publik.

Melihat proses produksi all new Kijang Innova Zenix Foto: Gesit Prayogi/kumparan.com

"Industri otomotif itu punya resilience yang bagus. Kita punya pasar ekspor, dan pasar domestik kita juga masih besar," ujar Bob yang juga menepis kabar rencana relokasi investasi sejumlah perusahaan besar komponen otomotif dari Indonesia.

Ia menambahkan hasil penelusuran resmi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap dugaan adanya pemindahan sebagian aktivitas bisnis di dua perusahaan komponen otomotif itu tidak benar. Dijelaskan, perusahaan tersebut sedang melakukan evaluasi berkala mengenai peta efisiensi operasi di kawasan ASEAN.

Di sisi lain, lini industri komponen konvensional atau internal combustion engine ICE kini sangat membutuhkan kepastian arah regulasi dari pemerintah. Pelaku usaha memerlukan jaminan iklim investasi yang adil di tengah derasnya guyuran insentif yang saat ini lebih banyak diarahkan untuk kendaraan listrik murni (BEV).

Kondisi tersebut krusial mengingat sebagian besar ekosistem komponen utama untuk kendaraan listrik sejauh ini masih berada di luar Indonesia. Modernisasi peralatan produksi dan pembaruan teknologi tetap menjadi kebutuhan mutlak agar industri komponen lokal bisa terus kompetitif.

"Sejauh ini kita diuntungkan karena market kita yang lumayan besar. Jadi sebenarnya industri otomotif itu industri yang besar dan punya resilience yang cukup baik, yang sekarang sedang dievaluasi adalah bagaimana prospeknya ke depan," kata Bob.

Hal itu melihat performa catatan penjualan domestik mendekati 1 juta unit per tahun serta ekspor menyentuh 500 ribu unit, daya tarik pasar Indonesia dinilai masih sangat kompetitif bagi para investor global. Meski ada negara lain yang sedang menunjukkan pertumbuhan seperti Vietnam.