Konten dari Pengguna

Mengapa Perusahaan Perlu Mendengarkan Karyawannya?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ovi Susanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar ini dihasilkan oleh kecerdasan buatan AI.
zoom-in-whitePerbesar
Gambar ini dihasilkan oleh kecerdasan buatan AI.

Ketika membahas komunikasi di perusahaan, perhatian sering kali lebih banyak diberikan pada bagaimana atasan menyampaikan informasi kepada karyawan. Padahal, komunikasi tidak hanya terjadi ketika seseorang berbicara. Mendengarkan juga menjadi bagian penting dari proses komunikasi.

Karyawan merupakan orang yang terlibat langsung dalam berbagai kegiatan perusahaan. Mereka menjalankan pekerjaan sehari-hari, berhadapan dengan masalah di lapangan, sekaligus berinteraksi dengan rekan kerja maupun pelanggan.

Karena itu, masukan dari karyawan dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi perusahaan untuk memahami apa yang terjadi di dalam lingkungan kerja.

Karyawan Tidak Hanya Membutuhkan Informasi

Komunikasi internal sering kali dianggap selesai setelah perusahaan menyampaikan pengumuman atau kebijakan kepada karyawan. Padahal, karyawan juga dapat memiliki pertanyaan, pendapat, maupun kendala setelah menerima informasi tersebut.

Misalnya, perusahaan menerapkan perubahan jam kerja. Informasi mengenai perubahan tersebut sudah disampaikan kepada seluruh karyawan. Namun, dalam pelaksanaannya mungkin terdapat beberapa hal yang perlu diperjelas.

Jika karyawan memiliki ruang untuk menyampaikan pertanyaan, perusahaan dapat mengetahui bagian mana yang masih belum dipahami. Dengan begitu, komunikasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi berlanjut pada proses memahami respons dari penerimanya.

Hal sederhana seperti ini menunjukkan bahwa komunikasi di dalam perusahaan sebaiknya tidak hanya berjalan satu arah.

Mendengarkan Bisa Membantu Menemukan Masalah

Tidak semua masalah di lingkungan kerja langsung terlihat oleh manajemen. Beberapa persoalan justru lebih mudah diketahui oleh karyawan yang mengalaminya secara langsung.

Contohnya, sebuah prosedur kerja mungkin terlihat baik ketika dibuat di atas kertas. Namun, ketika diterapkan, karyawan dapat menemukan bagian tertentu yang sulit dilakukan atau membutuhkan penyesuaian.

Jika perusahaan membuka ruang untuk menerima masukan, informasi tersebut dapat disampaikan lebih awal.

Bukan berarti setiap masukan harus langsung diterapkan. Perusahaan tetap perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan. Namun, mendengarkan dapat membantu perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih lengkap sebelum menentukan langkah berikutnya.

Tidak Semua Masukan Harus Berakhir pada Persetujuan

Mendengarkan karyawan bukan berarti perusahaan harus selalu mengikuti semua pendapat yang disampaikan.

Dalam sebuah organisasi, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Satu kebijakan dapat dianggap tepat oleh sebagian orang, tetapi menimbulkan pertanyaan bagi orang lain.

Yang penting adalah adanya ruang untuk menyampaikan pendapat dan adanya respons yang jelas.

Jika sebuah usulan tidak dapat diterapkan, perusahaan dapat menjelaskan alasannya. Sebaliknya, jika sebuah masukan dianggap bermanfaat, perusahaan dapat mempertimbangkannya dalam proses pengambilan keputusan.

Dengan cara tersebut, komunikasi tetap berjalan meskipun tidak semua pendapat menghasilkan keputusan yang sama.

Cara Mendengarkan Karyawan Bisa Beragam

Mendengarkan karyawan tidak harus selalu dilakukan melalui rapat besar.

Perusahaan dapat menyediakan berbagai saluran komunikasi sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, diskusi antara atasan dan anggota tim, survei internal, sesi tanya jawab, forum karyawan, atau komunikasi melalui platform internal perusahaan.

Yang terpenting bukan hanya menyediakan salurannya, tetapi memastikan karyawan mengetahui bagaimana cara menggunakannya dan kepada siapa mereka dapat menyampaikan masukan.

Selain itu, perusahaan perlu memperhatikan bagaimana masukan tersebut ditindaklanjuti. Ketika karyawan sudah menyampaikan persoalan tetapi tidak pernah mendapatkan respons, mereka bisa merasa bahwa komunikasi yang dilakukan tidak menghasilkan apa-apa.

Karena itu, memberikan tanggapan menjadi bagian yang tidak kalah penting dari proses mendengarkan.

Mendengarkan Juga Berkaitan dengan Kepercayaan

Komunikasi yang terbuka dapat membantu membangun hubungan antara perusahaan dan karyawan. Ketika seseorang merasa memiliki ruang untuk berbicara, hubungan komunikasi dapat menjadi lebih terbuka.

Sebaliknya, jika komunikasi hanya berlangsung satu arah, karyawan mungkin lebih banyak berada pada posisi sebagai penerima informasi.

Dalam komunikasi korporat, hubungan dengan karyawan merupakan bagian dari komunikasi internal perusahaan. Cara organisasi berkomunikasi dengan orang-orang di dalamnya dapat memengaruhi bagaimana informasi dipahami dan bagaimana hubungan kerja dibangun.

Karena itu, mendengarkan bukan sekadar bentuk keramahan dalam lingkungan kerja. Hal tersebut juga dapat menjadi bagian dari cara perusahaan menjaga komunikasi internal.

Mendengarkan Bukan Berarti Membiarkan Semua Hal

Tetap ada batas dalam komunikasi di lingkungan kerja. Masukan karyawan perlu disampaikan melalui cara yang sesuai dan tetap menghormati aturan yang berlaku.

Di sisi lain, perusahaan juga perlu membedakan antara kritik, saran, pertanyaan, dan informasi mengenai persoalan yang memang membutuhkan penanganan.

Dengan komunikasi yang jelas, kedua pihak dapat memahami peran masing-masing. Karyawan memiliki ruang untuk menyampaikan apa yang mereka alami, sementara perusahaan tetap memiliki tanggung jawab untuk mempertimbangkan dan mengambil keputusan.

Hubungan tersebut akan lebih sehat ketika komunikasi tidak hanya berhenti pada kegiatan berbicara, tetapi juga dilanjutkan dengan mendengarkan dan memberikan respons.

Komunikasi yang Baik Berjalan Dua Arah

Pada akhirnya, komunikasi di perusahaan bukan hanya tentang seberapa cepat informasi disampaikan kepada karyawan. Yang tidak kalah penting adalah apakah perusahaan bersedia menerima respons dari orang-orang yang menerima informasi tersebut.

Mendengarkan karyawan dapat membantu perusahaan memahami kondisi yang terjadi di lingkungan kerja, menemukan persoalan lebih awal, dan membuka ruang untuk pertukaran gagasan.

Tidak semua masukan harus diterima, dan tidak semua masalah dapat diselesaikan melalui komunikasi. Namun, memberikan ruang untuk berbicara dan mendengarkan dapat membuat komunikasi di dalam perusahaan berjalan lebih terbuka.

Sebab, komunikasi yang baik bukan hanya tentang memiliki seseorang yang berbicara. Di dalamnya juga ada seseorang yang bersedia mendengarkan.