Peningkatan Suku Bunga The Fed Terhadap Pasar Saham

Rayandre Setiyadi
Pelajar/Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
Konten dari Pengguna
15 Agustus 2022 14:09 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Rayandre Setiyadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber : Foto Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Foto Pribadi
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Federal Reserve atau “The Fed” pada hari Rabu (27/07/22) memberlakukan kenaikan suku bunga 0,75 poin persentase kedua berturut-turut karena berusaha untuk menekan inflasi yang tidak terkendali tanpa menciptakan resesi. Dengan menaikkan suku bunga pinjaman overnight menjadi kisaran 2,25%-2,5%, pergerakan pada bulan Juni dan Juli merupakan tindakan berturut-turut yang paling ketat sejak The Fed mulai menggunakan suku bunga dana overnight sebagai alat utama kebijakan moneter pada awal 1990-an.
ADVERTISEMENT
Jerome Powell selaku Ketua The Fed mengatakan bahwa ketika sikap kebijakan moneter semakin ketat, kemungkinan akan menjadi tepat untuk memperlambat laju kenaikan sementara kami menilai bagaimana penyesuaian kebijakan kumulatif kami mempengaruhi ekonomi dan inflasi. Selain itu menurut Katarina Setiawan selaku Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), kebijakan kenaikan suku bunga tersebut mampu membuat pasar modal domestik cenderung volatile dalam kurun waktu terakhir ini. Meskipun kenaikan suku bunga The Fed mengkhawatirkan, tapi informasi ini hendaknya tidak ditelan mentah-mentah untuk terjadinya resesi. Hal ini dikarenakan kondisi global sangat dinamis dan perekonomian dapat berubah sewaktu-waktu.
Meskipun mengakui bahwa pengeluaran dan produksi telah melunak, dan dampak inflasi dari kenaikan harga energi dan pangan akibat perang Rusia-Ukraina berada di luar jangkauannya, pandangan The Fed adalah bahwa pertumbuhan lapangan kerja masih cukup "kuat" untuk mencegah inflasi agar tidak surut. Akibatnya, fokusnya adalah pada perlambatan sisi permintaan ekonomi. Pertanyaan besarnya adalah seberapa tinggi tarif yang dibutuhkan untuk mengembalikan stabilitas harga?
ADVERTISEMENT
Saat ini, pasar memperkirakan tingkat suku bunga dana federal sekitar 3,4% akhir tahun ini atau pada kuartal pertama tahun depan, dan kemudian menurun di tahun 2023.
Pasar saham tentu memiliki tingkat perkembangan secara nyata melihat dari adanya volume transaksi yang terjadi pada satuan jangka waktu yang telah ditentukan.
Hal tersebut mampu meberikan suatu dampak bagaimana penyusunan modal bagi pihak ketiga dalam mendapatkan suntikan dana dalam melakukan usaha yang dilakukan dengan memerlukan modal melalui pasar saham dalam representasi kondisi perusahaan secara nyata baik adanya suatu indikator sehat maupun kurang baik.
Berbagai kebijakan tentu memiliki pengaruh secara nyata terhadap kondisi pasar saham secara internasional, perlu diingat Amerika Serikat merupakan salah satu negara adidaya yang mampu mempengaruhi berbagai negara di belahan dunia ini. Dengan adanya kedudukan tersebut, maka perlu adanya suatu perhatian secara khusus melihat bagaimana kondisi roda perputaran perekonomian berjalan.
ADVERTISEMENT
Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi adanya perputaran modal pada pasar saham yaitu dengan adanya kebijakan tingkat suku bunga. Hal tersebut dapat memicu berbagai dampak yang terjadi pada suatu keadaan ekonomi negara mulai dari adanya harga dari penggunaan dan investasi.