Konten dari Pengguna

Arda Guler: Pemain Terbaik di Lapangan yang Tidak Selalu Boleh Masuk

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Ilham Prakoso tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dibuat dengan AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dibuat dengan AI

Jose Mourinho menyebut Arda Guler luar biasa. Bukan sekali, bukan dalam konferensi pers basa-basi, melainkan dua kali dalam dua pekan terakhir dengan kata-kata yang hampir identik: pemain dengan potensi fantastis, statistik yang sangat mengesankan, dan peran yang tidak bisa diabaikan dalam serangan Real Madrid.

Itulah paradoks paling menarik di Real Madrid musim 2026/27. Pemain yang paling sering mengubah jalannya pertandingan ketika masuk dari bangku cadangan adalah pemain yang tidak kunjung mendapat tempat di starting eleven secara konsisten.

Dari Bangku Cadangan, Lalu Mengubah Segalanya.

Kronologi dua pekan terakhir berbicara sendiri. Melawan Rayo Vallecano di Santiago Bernabeu, Guler masuk sebagai pengganti saat Real Madrid dalam tekanan. Ia langsung mengubah dinamika permainan, menciptakan peluang berkali-kali, dan memberikan assist untuk gol kedua Mbappe yang memastikan kemenangan 4-1.

Mourinho memuji peran Guler secara terbuka setelah laga. Ia menyebut Guler menunjukkan kualitas yang luar biasa dan menggambarkan hubungan di lapangan antara Guler dan Mbappe sebagai kombinasi yang mengalir dengan sangat alami.

Namun ketika susunan pemain untuk laga berikutnya diumumkan, nama Guler kembali absen dari starting eleven. Mourinho memilih Yan Diomande untuk mengisi posisi di depan bersama Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan Mbappe. Guler menonton menit-menit awal dari sisi lapangan.

Mourinho dan Logika Pemain Senior.

Penjelasan Mourinho tidak sepenuhnya tidak masuk akal jika dipahami dari filosofinya. Pelatih asal Portugal itu dikenal mengutamakan pemain berpengalaman dan memiliki kecenderungan memercayai pemain yang sudah ia kenal karakternya di lapangan, terutama dalam laga-laga besar.

Bernardo Silva, yang juga absen di laga perdana UCL karena suspensi, langsung masuk starting eleven ketika tersedia. Sementara Guler, meski dalam kondisi fit dan tersedia penuh, harus menunggu gilirannya. Keputusan itu tidak sepenuhnya soal kualitas, melainkan soal hierarki dan kepercayaan yang membutuhkan waktu untuk dibangun.

Musim lalu, Guler tampil luar biasa di berbagai laga, menunjukkan kemampuan dribling, kreasi peluang, dan kombinasi dengan Mbappe yang sulit ditandingi pemain lain di skuad. Tapi Mourinho baru bergabung musim ini, dan pelatih baru butuh waktu untuk menyusun hirarki kepercayaannya sendiri.

Risiko yang Tidak Bisa Diabaikan.

Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa lama situasi ini bisa bertahan tanpa konsekuensi. Laporan dari Turki dan Spanyol menyebut adanya kekhawatiran di lingkaran dalam Guler bahwa perannya bisa semakin terbatas di bawah Mourinho, bahkan ada yang menyebut kemungkinan kepindahan ke Fenerbahce mulai dipertimbangkan jika situasi tidak berubah.

Mourinho sendiri merespons pertanyaan tentang apakah Guler tak tergantikan dengan kalimat yang terasa lebih seperti peringatan dari dukungan: tidak ada satu pemain pun yang tak tergantikan di Real Madrid.

Pernyataan itu konsisten dengan gaya Mourinho, tapi juga memberi sinyal bahwa Guler harus terus membuktikan diri setiap sesi latihan dan setiap momen di lapangan, bahkan ketika ia sudah berulang kali terbukti menjadi pembeda. Melawan Real Betis, ketika Guler sudah tampil baik tapi mendapat kartu kuning, Mourinho menariknya keluar lebih awal karena khawatir ia akan mendapat kartu merah. Guler tidak protes. Ia kembali ke bangku, dan Real Madrid kemudian kalah 0-1 plus gagal penalti Mbappe di ujung laga.

Bukan Masalah Kualitas, tapi Masalah Sistem.

Inilah inti dari dilema Arda Guler di Real Madrid musim ini. Kualitasnya tidak diragukan oleh siapapun, termasuk oleh Mourinho sendiri. Masalahnya adalah sistem Mourinho membutuhkan pemain yang bermain dalam peran yang sangat spesifik dengan cara yang sangat terstruktur, dan Guler adalah tipe pemain yang paling berbahaya justru ketika diberi kebebasan untuk berkreasi tanpa batasan.

Ketika keduanya sinkron, seperti yang terjadi melawan Rayo, hasilnya spektakuler. Ketika tidak, Guler tampak seperti pemain yang mencari tempatnya dalam sistem yang belum sepenuhnya menyediakan ruang untuknya.

Real Madrid musim ini perlu memutuskan: apakah Guler adalah pelengkap sistem Mourinho, atau apakah sistem Mourinho perlu sedikit disesuaikan untuk memaksimalkan pemain yang bahkan pelatihnya sendiri akui sebagai luar biasa.

Arda Guler berusia 21 tahun dan sudah menjadi pemain yang paling sering mengubah momentum pertandingan Real Madrid musim ini setiap kali masuk dari bangku cadangan. Mourinho memujinya secara terbuka, tapi terus memilih pemain lain di starting eleven. Paradoks itu bukan tidak biasa dalam sepak bola modern, tapi juga bukan sesuatu yang bisa dibiarkan terlalu lama tanpa solusi. Real Madrid ingin bersaing dengan Barcelona yang sudah 18 poin sempurna, dan untuk itu mereka butuh semua pemain terbaik mereka di lapangan dari menit pertama, termasuk yang paling sering jadi penyelamat ketika masuk di menit ke-60.