Konten dari Pengguna

Bukan Bellingham yang Memulai, tapi Real Madrid Tetap Menang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Ilham Prakoso tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dibuat dengan AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dibuat dengan AI

Jose Mourinho membuat keputusan yang mengundang pertanyaan sebelum kick-off. Jude Bellingham, gelandang serang yang selama ini menjadi mesin serangan Los Blancos, tidak masuk starting eleven untuk laga melawan Elche. Sang pelatih memilih memberikan jatah istirahat kepada Bellingham, menyimpannya untuk Derby Madrid di akhir pekan.

Pertandingan di Estadio Manuel Martinez Valero, Rabu (16/9/2026) dini hari WIB, akhirnya selesai dengan skor 3-2 untuk Real Madrid. Dramatis, tidak mulus, tapi cukup. Madrid kini mengoleksi 15 poin dari enam pertandingan La Liga musim ini dan tetap berada di posisi kedua klasemen, terus menekan Barcelona yang berdiri di puncak.

Arda Guler dan Mbappe Membuka Jalan.

Real Madrid mengawali laga dengan komposisi yang lebih segar dan lebih muda dari biasanya. Arda Guler masuk sebagai otak serangan, Trent Alexander-Arnold menjelajahi sisi kanan, sementara Aurelien Tchouameni mengawal lini tengah.

Madrid membuka skor pada menit ke-25 dengan cara yang tidak disengaja tapi tidak kalah efektif. Tendangan bebas Arda Guler membentur tiang, menyentuh tubuh kiper Elche Matias Dituro, sebelum akhirnya masuk ke gawang. Delapan menit kemudian, Kylian Mbappe menutup babak pertama dengan tap-in rapi dari umpan tarik Yann Diomande. Madrid unggul 2-0 saat jeda.

Babak kedua berubah ritme. Elche, yang selama ini belum sekali pun menang di musim ini, bermain dengan determinasi berbeda setelah turun minum. Abel Osorio memperkecil ketertinggalan melalui tandukan pada menit ke-71, dan tiba-tiba pertandingan yang semula tampak mudah berubah menjadi ujian mental.

Kelemahan yang Belum Sembuh Benar.

Mourinho mengakui timnya kembali membiarkan lawan mengambil alih kendali di babak kedua, pola yang juga terjadi dalam dua laga sebelumnya melawan Inter Milan dan Rayo Vallecano. Ini bukan kebetulan. Ini pola, dan Mourinho belum menemukan solusinya secara konsisten.

Namun, sebelum Elche sempat menyamakan kedudukan, Madrid menutup peluang itu dengan gol ketiga. Skor akhir 3-2 memang tidak nyaman, tapi tetap tiga poin. Dan dalam sebuah musim yang kompetitif, tiga poin dari laga yang dimainkan dengan starting eleven rotasi adalah pencapaian yang tidak boleh diremehkan.

Pertanyaan yang kini tersisa bukan soal apakah Madrid bisa menang, melainkan apakah mereka bisa berhenti menyiksa diri sendiri di babak kedua. Sebelum Derby Madrid tiba di akhir pekan, Mourinho punya cukup bahan untuk dipikirkan.

Sinyal untuk Barcelona dan Atletico.

Kemenangan ini, di atas segalanya, adalah sinyal. Rotasi besar-besaran, tanpa Bellingham, tanpa keunggulan besar di babak pertama, tapi tetap menang. Mourinho memang berencana mencadangkan beberapa nama sebelum Derby Madrid, dan keputusan itu terbukti tidak mengorbankan hasil.

Barcelona yang berada di puncak klasemen tahu Madrid belum menampilkan kekuatan penuhnya. Atletico Madrid yang akan menjadi lawan berikutnya di akhir pekan pun kini melihat gambaran yang lebih lengkap: bahkan versi rotasi Real Madrid masih cukup berbahaya untuk mengalahkan lawan.

Bellingham beristirahat malam ini. Di Derby Madrid, ia akan kembali. Dan Madrid tampaknya sudah siap untuk ujian yang lebih besar.