Manchester United Unggul 2-0, Lalu Kalah: Rekor 50 Tahun Runtuh di Old Trafford
Tulisan dari Muhammad Ilham Prakoso tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menit ke-10, papan skor berbunyi 2-0 untuk Manchester United. Di tribun Old Trafford, sudah ada yang berdiri merayakan. Di bangku pelatih, Michael Carrick sedikit tersenyum.
Skor akhir: Manchester United 2-3 Brighton. Setan Merah tersingkir dari Carabao Cup di putaran ketiga untuk tahun kedua berturut-turut. Dan untuk pertama kalinya dalam 50 tahun, Manchester United kalah di Old Trafford setelah sebelumnya unggul dua gol.
Lima puluh tahun. Rekor yang sudah bertahan sejak 1976. Runtuh dalam satu malam yang seharusnya menjadi malam yang mudah.
97 Detik yang Menipu.
Semua dimulai terlalu baik dan terlalu cepat. Shea Lacey membuka gol di menit kedelapan dengan tembakan melengkung indah ke sudut bawah gawang. Lalu 97 detik kemudian, Mason Mount memanfaatkan bola rebound tembakan Rashford yang diblok untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Sepuluh menit. Dua gol. Brighton tertunduk. Brighton manager Fabian Hurzeler terlihat frustrasi di tepi lapangan, melambaikan tangan memberikan instruksi yang tampaknya tidak didengar pemain-pemainnya.
Tapi sepak bola sering kali dimainkan oleh tim yang tidak membaca skenario yang sudah ditulis orang lain. Brighton memilih tidak membaca skenario itu.
Tiga Gol dalam 25 Menit yang Mengubah Segalanya.
Charalampos Kostoulas membuka comeback Brighton dengan sundulan di menit 45+1 dari umpan silang Jaouen Hadjam, memperkecil skor menjadi 1-2 tepat sebelum turun minum. Brighton masuk ke babak kedua dengan kepercayaan diri yang berbeda.
Menit ke-65: Pascal Gross menerima bola dari Luka Vuskovic dan menembakkan ke sudut bawah gawang Karl Darlow. Skor 2-2.
Menit ke-70: Maxim De Cuyper menyelesaikan skema operan pendek cepat Brighton untuk mengubah skor menjadi 3-2. Brighton berbalik unggul.
Sisa 20 menit, Manchester United menyerang. Bruno Fernandes masuk, Rashford menciptakan beberapa peluang, Jason Steele membuat penyelamatan refleks di saat yang paling dibutuhkan Brighton. Peluit akhir berbunyi. Old Trafford hening.
Carrick dan Pertanyaan yang Semakin Mendesak.
Michael Carrick kini menghadapi tekanan yang sangat nyata. Dalam empat laga Premier League, United meraih satu kemenangan di UCL melawan Sabah tapi terpuruk di liga dengan kekalahan dari City dan hasil yang tidak konsisten. Sekarang tersingkir dari Carabao Cup di putaran pertama untuk tahun kedua berturut-turut.
Rekor yang runtuh malam ini, pertama kalinya dalam 50 tahun United kalah di Old Trafford setelah unggul dua gol, bukan hanya angka di buku statistik. Ia adalah simbol dari tim yang belum tahu cara memenangkan pertandingan yang seharusnya sudah mereka menangkan.
Brighton di bawah Hurzeler adalah tim yang bagus, tidak diragukan. Mereka berada di posisi keempat Premier League dengan tujuh poin dan sudah mencetak 13 gol dalam empat laga liga. Comeback seperti ini bukan kebetulan. Tapi itu tidak mengurangi tanggung jawab United atas cara mereka menyia-nyiakan keunggulan yang sudah ada di tangan.
Manchester United memulai Carabao Cup 2026/27 dengan cara yang paling menjanjikan yang bisa dibayangkan: dua gol dalam 10 menit pertama di Old Trafford. Mereka mengakhirinya dengan cara yang tidak bisa dibayangkan oleh siapapun yang hadir malam itu: kalah 2-3, tersingkir di putaran pertama, dan merobohkan rekor yang sudah berdiri selama 50 tahun. Carrick dan United memiliki jeda internasional untuk berpikir tentang apa yang harus diperbaiki. Dan daftar hal yang perlu diperbaiki, setelah malam ini, terasa jauh lebih panjang dari sebelumnya.

