INOVASI KKN UNNES GIAT 12: Mesin Pencacah Rumput Low Budget Desa Kutorejo

Saya merupakan mahasiswa jurusan Manajemen dari program studi Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Negeri Semarang.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pajrina Nrni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pekalongan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) GIAT 12 menghadirkan inovasi bermanfaat bagi para peternak di Desa Kutorejo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Melalui program pengabdian masyarakat, mereka berhasil membuat mesin pencacah low budget yang membantu peternak mengolah pakan ternak lebih efisien dan hemat biaya.
Inovasi ini lahir dari hasil diskusi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa dan kelompok peternak setempat yang selama ini mengandalkan proses manual untuk mencacah rumput dan bahan pakan. Proses manual tersebut memakan waktu lama dan tenaga besar. Melihat kondisi itu, mahasiswa UNNES berinisiatif merancang mesin pencacah dengan biaya minim namun tetap fungsional.
"Kami ingin menghadirkan solusi sederhana, murah, dan bisa langsung dipakai oleh warga," kata salah satu anggota KKN GIAT 12.
Mesin pencacah ini dirakit dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di pasaran bahkan bisa dibuat menggunakan barang bekas, sehingga biaya pembuatannya tetap terjangkau. Meski sederhana, alat ini mampu mengolah pakan ternak, membantu peternak bekerja lebih cepat dan efisien.
Bahan-bahan yang digunakan adalah rangka penopang (besi bekas), ember bekas, kapasitor, motor penggerak, dan plat besi (mata pisau).
Kepala Desa Kutorejo memberikan saran dan apresiasi terhadap program ini. Menurutnya, mesin pencacah ini sangat berguna kedepannya untuk para peternak jika, para peternak dapat mengembangkannya menjadi lebih besar dan lebih baik di masa mendatang.
Program ini diharapkan menjadi awal dari pengembangan teknologi tepat guna di desa, sekaligus memotivasi peternak untuk memanfaatkan potensi yang ada.
Dengan inovasi sederhana ini, KKN UNNES GIAT 12 membuktikan bahwa kemajuan teknologi bisa hadir tanpa harus menguras anggaran.
