15 Ribu Warga Poso Terima Bantuan Pangan Nontunai

15 ribu lebih warga kurang mampu di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, akan menerima bantuan pangan nontunai melalui kartu keluarga sejahtera dari Pemerintah Pusat.
"Saat ini lima belas ribu lebih warga kurang mampu Kabupaten Poso akan segera menerima bantuan pangan nontunai (BPNT) yang diserahkan oleh Bupati Poso Darmin A. Sigilipu," kata Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Poso, Nur Fitryah kepada PaluPoso, Senin (9/12).
Saat ini katanya, dana Program Keluarga Harapan (PKH) dan yang lainnya telah terparkir di BRI dan akan disalurkan langsung ke rekening masing-masing keluarga penerima manfaat program tersebut.
"Dana- dana untuk warga kurang mampu tersebut yang telah masuk data base Dinas Sosial Kabupaten Poso telah siap dibagikan kepada penerima yang sah. Dan akan dibagikan ke rekening masing-masing keluarga penerima manfaat," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Poso Darmin Sigilipu berharap bantuan sosial ini segera tersalurkan dengan benar dan tepat sasaran.
"Bantuan sosial atau Bansos itu adalah bagian dari program pengentasan kemiskinan dari pemerintah pusat untuk masyarakat kurang mampu. Program strategi nasional keuangan inklusif (SNKI) tujuannya agar bantuan tersebut tiba ke warga yang sah," kata Darmin.
Sementara itu, Rahmad, salah seorang penerima bantuan sosial pangan nontunai, mengatakan sangat berterima kasih dengan adanya bantuan sosial yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat untuk keluarga pra-sejahtera.
"Saya dan keluarga sangat berterima kasih dengan adanya program sosial nontunai ini, sebab kami sangat terbantu oleh program ini," kata warga Bonesompe ini.
Sukiman, pendamping program Bansos BPNT untuk wilayah Kecamatan Poso Kota mengatakan, bantuan ini telah siap disalurkan. Warga yang tercantum namanya sebagai keluarga penerima manfaat program Bansos BPNT ini tiap bulannya mendapatkan bantuan beras dan telur senilai Rp 110 ribu per bulan per jiwa.
"Bantuan tersebut telah siap dibagikan dari September hingga Desember 2019," ujarnya.
Edy
