60 Sekolah Terpencil di Parigi Moutong Kekurangan Guru

Konten Media Partner
16 Oktober 2021 16:35
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
60 Sekolah Terpencil di Parigi Moutong Kekurangan Guru (894911)
searchPerbesar
Ilustrasi sekolah terpencil: Dua siswa SD Negeri Mumpe, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai bendera merah putih. Sekolah ini lolos menjadi sekolah penggerak. Foto: Stephensopyan/PaluPoso
60 sekolah terpencil di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), masih mengalami kekurangan tenaga pendidik.
ADVERTISEMENT
“Puluhan sekolah yang kekurangan guru dan tenaga pendidik tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Palasa dan Tinombo,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo, Sunarti dalam laporannya pada kegiatan Rembuk Pendidikan, bertempat di Pantai Wisata Lolaro Kecamatan Tinombo, Sabtu (16/10).
Kegiatan Rembuk Pendidikan ini digelar Disdikbud Parigi Moutong dan dihadiri langsung oleh Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Sri Wahyuningsih.
Ia juga menyampaikan, selain keterbatasan guru yang dialami sekolah yang berada di wilayah terpencil juga permasalahan lainnya.
"Bapak Bupati Parimo meyakini bahwa solusinya tidak lain adalah membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah," ujarnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sehingga, dengan adanya program Merdeka Belajar ini akan membantu peserta didik untuk bebas dalam memperoleh pendidikan di mana saja, kapan saja dan dari sumber apa saja.
60 Sekolah Terpencil di Parigi Moutong Kekurangan Guru (894912)
searchPerbesar
Suasana Guru di Parigi Moutong saat mengikuti rembuk Pendidikan, bertempat di Pantai Wisata Lolaro Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi tengah, Sabtu (16/10). Foto: Diskominfo Parimo
Olehnya kata dia, program ini akan disinergikan dengan program pemerintah daerah, yakni program Parimo Cerdas, mengingat sejumlah sarana dan prasarana sekolah mengalami keterbatasan.
ADVERTISEMENT
"Melalui rembuk pendidikan akan melahirkan gagasan yang mendukung program tersebut, sehingga bisa merumuskan solusi tentang berbagai masalah pendidikan di wilayah Parimo," katanya.
Ia menambahkan, dari hasil rembuk pendidikan ini akan menghasilkan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk membantu permasalahan para guru, khususnya yang mengajar di sekolah terpencil, melalui lahirnya ide-ide pendidikan yang dituangkan dalam pembangunan daerah.
Selain itu, pihaknya, juga sangat mengapresiasi gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui program Merdeka Belajar. Karena dengan keterbatasan sarana dan prasarana di seluruh Indonesia, program ini diharapkan bisa membantu peserta didik untuk bebas memperoleh hak pendidikan.
Kegiatan ini melibatkan komunitas adat terpencil (KAT), pengurus PGRI Kabupaten, koordinator wilayah satuan pendidikan, PKG, KKG, MKKS, Guru Pengerak serta instruktur pendidikan jarak jauh.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020