kumparan
21 Mei 2019 20:41 WIB

99.140 Orang Desak Tambang Galian C di Palu-Donggala Dihentikan

Direktur Jatam Sulteng, Syahrudin (kanan) saat menyerahkan petisi kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, Senin (20/5). Foto: Istimewa
Ribuan warga menandatangani petisi berisi permintaan pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) sekaligus penutupan seluruh perusahaan tambang galian golongan C yang berada sepanjang pesisir Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT
Petisi yang ditandatangani 99.140 orang tersebut diserahkan oleh Direktur Jatam Sulteng Syahrudin bersama Koordinator Lapangan Jatam Sulteng, Mohammad Taufik kepada Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Senin (20/5), di ruang kerja Gubernur Sulawesi Tengah.
Mohammad Taufik kepada PaluPoso, Selasa (21/5), mengatakan, petisi yang berisi tandatangan penolakan dari warga sebanyak 99.140 orang tersebut, bertujuan untuk mendorong Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah segera mencabut IUP galian sepanjang Palu- Donggala.
“Petisi itu diserahkan dengan resmi kepada Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola,” kata Taufik.
Ia menambahkan, petisi yang diserahkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah tersebut, intinya untuk kepentingan penyelamatan pesisir dan perlindungan nelayan.
Ribuan petisi yang disodorkan oleh Jatam Sulteng tersebut merupakan tanda tangan dari warga Palu, Donggala, dan beberapa negara diantaranya Jerman, Singapura, Perancis, Meksiko dan Indonesia itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Dukungan Tanda Tangan tersebut dikumpulkan melalui website petisi yang dibuat oleh Jatam di fasilitasi lembaga dari Jerman.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan