Akibat Gempa, Nilai Kerusakan Infrastruktur Sigi Capai Rp 11,1 Triliun

Bupati Sigi, Irwan Lapatta, mengatakan, nilai kerugian kerusakan infrastruktur akibat bencana gempa dan likuefaksi pada 28 September silam di Kabupaten Sigi mencapai sekitar Rp 11, 1 Triliun.
"Dari hasil perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), kerugian infrastruktur yang dialami Kabupaten Sigi akibat bencana alam tersebut kurang lebih 11,1 triliun," kata Bupati Sigi Mohammad Irwan Lapata pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sigi, yang dipusatkan di Tugu GMT Desa Pakuli Utara, Kecamatan Gumbasa, Sabtu (29/6).
Untuk itu, Irwan Lapatta mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sigi agar dapat bersaing dengan daerah lainnya di Indonesia. Sebab, biar bagaimanapun kerusakan infrastruktur akibat bencana 28 September lalu, juga berdampak pada ekonomi masyarakat.
Peringatan hari jadi Kabupaten Sigi tahun ini mengambil tema “ Dengan semangat HUT ke 11 kita wujudkan Kabupaten Sigi yang maju dan mandiri berbasis ekonomi kerakyatan melalui penegakan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik".
Dalam kesempatan tersebut, Pemeritah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memberikan penghargaan kepada Lembaga Kemanusiaan Global Aksi Cepat Tanggap (ACT) karena dinilai telah memberikan kontribusi yang begitu banyak kepada warga Kabupaten Sigi pascabencana gempa bumi serta likuefaksi.
Penyerahan penghargaan itu diberikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Sigi.
Selain ACT, Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi juga memberikan penghargaan kepada sejumlah Non Government Organization (NGO) internasional, diantaranya UNDP, UNICEF, JICA, dan Islamic Relief.
Kepala Cabang ACT Sulawesi Tengah, Nurmarjani Loulembah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para dermawan ACT yang telah membantu tercapainya program-program kemanusiaan secara maksimal.
“Terima kasih saya ucapkan kepada para dermawan ACT yang sampai saat ini masih terus bersama-sama kami. Apa yang telah diberikan melalui lembaga ini membantu kami dalam memaksimalkan kerja yang bermanfaat bagi masyarakat. Saya berharap kedepanya semakin banyak kerja sama yang terus dibangun. Tidak hanya dengan pemerintah namun juga dengan mitra dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Seperti diketahui ACT hingga saat ini masih terus bersama warga yang terdampak bencana 28 September 2018. Selain menyalurkan paket pangan, ACT juga telah membangun hunian sementara, masjid permanen, sekolah hingga recovery ekonomi masyarakat.
Khusus Kabupaten Sigi, ACT telah membangun lima Kompleks Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter yang tersebar di Desa Sibalaya, Soulowe, Langaleso dan Lolu serta Desa Sidera. Lima Kompleks ICS tersebut dapat menampung ratusan kepala keluarga.
Kontributor: Ikram
