Konten Media Partner

Banyak Koperasi Simpan Pinjam Mati Suri di Parigi Moutong

Palu Posoverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi utang, uang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi utang, uang. Foto: Shutterstock

Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu mengakui koperasi di Parigi Moutong rata-rata timbul tenggelam. Olehnya, Bupati Samsurizal perintahkan melalui Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Parigi Moutong agar semua koperasi dihidupakan kembali.

"Saya melihat koperasi kita timbul tenggelam. Masih ada Koperasi dibilang hidup tapi tidak ada pengurusnya, begitupun sebaliknya," kata Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu saat membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Koperasi Tingkat Kabupaten Parigi Moutong tahun 2021 di Pantai Lolaro Tinombo, Rabu (6/10).

Bupati Parigi Moutong menegaskan, dengan keadaan seperti itu jangan berkecil hati. Karena, yang banyak mati suri itu adalah koperasi simpan pinjam di bagian utara Parigi Moutong.

"Nah, ini kita hidupkan kembali, sebagaimana arahan Presiden di dalam menghidupkan ekonomi Nasional dibutuhkan usaha-usaha masyarakat termasuk di dalamnya pengembangan koperasi, karena koperasi adalah milik bersama," ujarnya.

Saat ini lanjutnya, banyak bermunculan koperasi yang didukung oleh pengusaha dari luar yang hanya mau pinjam nama koperasi demi keuntungan semata.

Koperasi ini sesungguhnya buat orang banyak, bukan perorangan.

"Hidupkan dulu koperasinya ada ketua, anggota dan lain lain, setelah itu mau gandeng pengusaha, silahkan. Kalau belum ada langsung gandeng pengusaha atau perusahaan dari luar untuk tambang misalnya, saya yakin itu hanya cari untung dan pembagiannya tidak untuk koperasi," ujarnya.

Ia menegaskan jangan sekali-kali membuat tambang dan lain sebagainya hanya untuk kepentingan orang per orang. Apa yang dibuat koperasi harus dirapatkan terlebih dahulu dengan anggota. Karena modal koperasi itu adalah modal pertama dan harus jelas pembagian keuntunganya.

Banyak Koperasi Simpan Pinjam Mati Suri di Parigi Moutong. Foto: Diskominfo Parimo

Karena banyak koperasi tambahnya, sudah ada bapak angkatnya. Koperasi itu adalah usaha bersama.

"Saya minta ini sesuaikan dengan aturan yang berlaku, kalau ada yang menyimpan dari aturan kita proses secara hukum," kata Samsurizal.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Parigi Moutong (Parimo) Sofiana menyebutkan, jumlah Koperasi yang ada di Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 225 unit.

"Sebagai gambaran umum kami laporkan kepada bapak Bupati bahwa jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Parigi Moutong 225 unit. Sampai pada bulan Oktober ini yang tercatat pada Dinas Koperasi dan UKM Parigi Moutong yang aktif hingga saat ini sesuai data by name by adress sebanyak 106 koperasi, sedangkan yang tidak aktif berjumlah 119 koperasi," ujarnya.

Lanjut Sofiana, dari data itu, yang belum melaksanakan rapat tahunan koperasi di 23 kecamatan sebanyak 83 koperasi. Hal ini katanya, dikarenakan adanya pandemi COVID-19, sehingga koperasi belum maksimal.

Sofiana menambahkan, khusus dalam hal bantuan BUMN tahun 2021, usulan Dinas Koperasi dan UKM Parigi Moutong sampai pada bulan Agustus sebanyak 29.588 pelaku usaha mikro. Dan, yang lolos berkas sampai dengan saat ini sebanyak 25.673 pelaku usaha mikro.

Sedangkan yang sudah terealisasi, sebanyak 21.678 pelaku usaha mikro atau 84 persen. Dengan demikian yang belum terealisasi sebanyak 16 persen, menunggu hingga Desember 2021 karena sudah ada yang terinput di Kementerian Koperasi dan UKM RI.

"Sampai saat ini, Alhamdulillah kita bersyukur pelaku usaha bukan hanya mayoritas, tetapi ada juga pelaku usaha di pegunungan. Alhamdulillah, hari ini bapak Bupati kita akan menyerahkan secara simbolis melalui Bank BRI Tinombo berupa 42 buku rekening bagi pelaku usaha di pegunungan," katanya kepada media, Kamis (7/10).