Basarnas Hentikan Pencarian Seorang Nelayan yang Hilang di Perairan Sulteng

Tim Basarnas akhirnya menghentikan pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Bukamog, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah yang hilang saat sedang memancing di perairan Paleleh pasca dilakukan pencarian selama sepekan.
"Kemarin kami melakukan pencarian hingga pukul 17.00 WITA, namun hasilnya nihil," kata Kepala Basarnas Palu Basrano sesuai keterangan resmi yang diterima PaluPoso, Selasa (30/6).
Sebelum berakhirnya pencarian kata Basrano, pihaknya melakukan pembagian tim menjadi 3 tim, yakni tim 1 menyisir dengan menggunakan ruber boat dengan luas area pencarian 19,2 Nm. Tim 2 menggunakan 1 unit rubber boat dan 5 unit perahu milik nelayan dengan luas area pencarian 21 Nm. Sedangkan tim 3 melakukan penyisiran di sekitar perairan Teluk Paleleh dengan menggunakan 10 unit perahu nelayan.
Selama proses pencarian dari hari pertama hingga hari ke tujuh tidak ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban. Tim SAR gabungan kemudian melakukan briefing bersama keluarga korban dan memutuskan untuk menyudahi pencarian terhadap korban dengan pertimbangan pencarian sudah tidak efektif lagi.
"Bersama tim SAR gabungan kami telah menyebarkan informasi ke nelayan-nelayan yang ditemui selama melakukan pencarian agar melaporkan ke pihak terkait apabila dikemudian hari saat mereka melaut dan menemukan adanya tanta-tanda keberadaan korban," kata Basrano.
Dengan ditutupnya operasi SAR, maka unsur yang terdiri dari Tim rescue Unit Siaga SAR Tolitoli, TNI AL, BPBD Buol, Orari Buol, Aparat desa dan masyarakat setempat kembali kesatuannya masing-masing.
Diberitakan sebelumnya, Basarnas Palu menerima laporan perihal hilangnya satu nelayan di perairan Paleleh Kabupaten Buol, korban diketahui bernama Salman Abdullah (36), keluar melaut pada Senin (15/6), namun pada Selasa (23/6), sekitar pukul 06.30 WITA, korban masih terlihat di atas perahu oleh nelayan lainnya, akan tetapi beberapa waktu kemudian nelayan menemukan perahu, sedangkan korban sudah tidak berada di atas perahu.
Rekan-rekan korban sesama nelayan berusaha mencari namun tidak menemukan tanda keberadaan korban hingga akhirnya laporan masuk di Basarnas Palu.
