Konten Media Partner

Berkah Rono Tapa, Pedagang di Lero Donggala Raih Omzet Jutaan Rupiah per Malam

Palu Posoverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana penjualan rono tapa di Desa Lero, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Foto: Tim PaluPoso
zoom-in-whitePerbesar
Suasana penjualan rono tapa di Desa Lero, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Foto: Tim PaluPoso

Siapa sangka omzet dari berjualan rono tapa (pepes teri) dapat tembus hingga jutaan rupiah.

Seorang pedagang rono tapa bernama Irma, warga Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala ini mengatakan, dalam semalam ia bisa mendapatkan keuntungan laba kotor sampai Rp 2,5 juta.

"Kalau ramai itu biasa Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta, itu kotornya," ungkap Irma, Jumat (9/12)

Irma mengatakan, ia sudah berjualan rono tapa selama kurang lebih 15 tahun lamanya. Sebelum seramai sekarang, dulunya jajanan rono tapa ini sangat sepi dan kurang diminati.

Suasana penjualan rono tapa di Desa Lero, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Foto: Tim PaluPoso

Hasil dari penjualannya di pasar menurut Irma hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Sekarang, hampir setiap malam rono tapa yang dijualnya habis terjual.

"Kadang habis kadang juga tidak, kalau malam-malam weekend biasanya ramai sekali," ujarnya.

Irma mengeluhkan di saat musim angin datang, harga ikan rono itu kian melambung tinggi.

Biasanya ia mendapatkan harga jual rono di nelayan capai Rp 200 ribu per ember. Namun kini Irma harus merogoh kocek hingga Rp 500 ribu.

"Kalau dulu, ikan rono satu ember begini hanya Rp 200 ribu, nanti viralnya ini baru mahal sampai Rp 500 ribu bahkan Rp 600 ribu. Apalagi kalau musim angin seperti sekarang, susah didapat ikan rononya," ungkapnya. *(Ala)

Adv