Konten Media Partner

BKSDA Kembali 'Ditantang' Gelar Sayembara untuk Selamatkan Buaya Berkalung Ban

Palu Posoverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seekor buaya liar yang terjerat ban sepeda motor saat muncul ke permukaan sungai. Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
zoom-in-whitePerbesar
Seekor buaya liar yang terjerat ban sepeda motor saat muncul ke permukaan sungai. Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

Toni (56), warga Kelurahan Nunu, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah (Sulteng) membuat sayembara penangkapan buaya berkalung ban.

"Kalau ada sayembara dari BKSDA kita bisa tangkap, gampang tangkap dia (buaya berkalung ban)," kata Toni, saat media ini usai mengambil gambar seekor buaya yang muncul di bawah Jembatan Gantung, Kelurahan Nunu, Jumat (19/2).

Toni bahkan menjelaskan secara teknis yang akan dilakukannya untuk menjebak buaya itu agar mudah ditangkap.

"Belikan saja ayam, kita pancing pakai itu (ayam), tapi kita sudah bentangkan tali yang diikat di pohon. Ketika dia makan langsung sergap, pasti dia melingkar-lingkar ke pohon, lantas tidak mungkin dia bisa cabut pohon," ujarnya.

Seekor buaya liar yang terjerat ban sepeda motor saat muncul ke permukaan sungai. Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

"Kalau dia sudah terlingkar, langsung ditutup mukanya itu pakai kain, sudah diam itu," tambahnya.

Terkait hal itu, Kepala BKSDA Sulteng Hasmuni Hasmar yang coba dimintai keterangan mengatakan ia harus melapor ke pusat jika akan memberi keterangan ke media.

"Wawancara tentang apa, karena kami dibatasi dalam memberikan keterangan pers, harus melapor ke pusat," tulisnya melalui pesan yang diterima media ini melalui WhatsApp.

Setelah media ini membalas chat dari Kepala BKSDA Sulteng untuk menanyakan terkait sayembara yang diinginkan warga, ia tak kunjung membalasnya.

kumparan post embed