Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.89.0
Konten Media Partner
Cerita Rakyat Misteri 'Lampu Petromak' di Danau Poso
12 Desember 2019 12:35 WIB
Diperbarui 26 Desember 2019 9:20 WIB
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Namun ada beberapa cerita rakyat tersebut nyata dan terbukti memang ada serta dilihat dengan mata telanjang.
Danau Poso yang berukuran panjang sekitar 32 kilometer dan lebar 16 kilometer itu berair jernih dan berpasir putih serta kuning emasan. Danau tektonik yang menurut cerita rakyat Pamona terjadi sekitar seribu tahun lalu tersebut, berjarak sekitar 57 kilometer dari ibu kota Kabupaten Poso.
Sedangkan danau itu menghasilkan berbagai hasil perikanan air tawar seperti ikan mas, ikan mujair, ikan sidat dan jenis ikan air tawar lainnya.
Danau Poso yang berair jernih itu merupakan satu-satunya sumber air baku PDAM Poso untuk warga kota Poso dan sekitarnya. Danau Poso juga merupakan sumber tenaga pada PLTA Poso Energy yang akan menjadi pemasok energi listrik terbesar bagi calon ibu kota negara yang baru di Kalimantan Timur.
Menurut salah seorang nelayan dari Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Daniel, kepada PaluPoso, Kamis (12/12), mengakui jika mitos lampu danau yang selama ini menjadi cerita rakyat dan diyakini mitos adalah nyata dan benar ada.
ADVERTISEMENT
"Lampu danau yang selama ini terkesan mitos dan hanya cerita itu memang ada dan saya sendiri yang alami," kata Daniel.
Dia menambahkan jika pada waktu-waktu tertentu lampu danau itu terlihat jelas pada malam hari.
"Pokoknya pak kami beberapa nelayan sering dikejutkan oleh munculnya cahaya lampu yang mirip lampu gas atau petromak di atas air danau di sekitar perahu kami. Biasanya muncul di depan atau belakang perahu. Sehingga terkesan ada teman nelayan yang berdekatan dengan keberadaan perahu saya. Setelah cahaya lampu tersebut saya kejar, ternyata lampu yang terang benderang tadi yang mirip lampu nelayan, tiba-tiba menghilang. Dan muncul lagi di tempat lain yang berjauhan," ujar nelayan itu.
Tidak hanya itu katanya, ada juga ada cerita rakyat tentang seekor naga yang sering muncul di atas permukaan danau, namun sampai saat ini cerita tersebut belum pernah saya lihat atau muncul di depan mata.
ADVERTISEMENT
"Kami nelayan setiap malam hari turun mengais rejeki dengan menebar jaring di atas permukaan danau, kami sering mendapatkan ikan antara 6-10 kilogram. Harga sekilo berkisar antara Rp 50-60 ribu per kilogramnya. Namun kami belum pernah melihat munculnya cerita legenda naga di permukaan danau yang berpasangan dengan lampu danau tersebut. Tapi jika lampu danau jelas ada," ujarnya.
Edy