Konten Media Partner

COVID-19 di Banggai Mulai Menginfeksi Anak-anak

Palu Posoverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang anak melintas di depan karya foto saat pameran fotografi bertajuk Meredah COVID-19 di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten, Minggu (30/5). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anak melintas di depan karya foto saat pameran fotografi bertajuk Meredah COVID-19 di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten, Minggu (30/5). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Pandemi COVID-19 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), mulai mengganas. Bahkan, sudah terdapat balita dan anak-anak yang terinfeksi virus ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Anang S. Otoluwa mengakui, puluhan anak-anak telah terinfeksi COVID-19.

“Anak-anak sudah sekitar 20, orang,” kata Anang kepada media ini, Kamis (8/6).

Karena itu, Satgas COVID-19 Kabupaten Banggai saat ini bersiap mengirimkan sampel ke Laboratorium Kementerian Kesehatan untuk memastikan apakah Varian Delta telah masuk ke daerah ini atau belum.

“Ada ciri-ciri yang mengarah ke varia delta itu,” ujarnya.

Asrama BKPSDM Kabupaten Banggai yang dijadikan rumah sakit darurat untuk pasien COVID-19. Virus di Kabupaten Banggai mulai menginfeksi anak-anak, sehingga muncul indikasi varian delta telah masuk. Foto: Alisan/Palu Poso

Ia menjelaskan, ciri-ciri Varian Delta selain menginfeksi anak-anak, penyintas COVID-19 terpapar kembali. Selain itu, meski cycle threshold (Ct) di bawah 25 persen tetap terdeteksi seseorang terkena COVID-19 melalui tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Ini sekitar 20 sampel yang akan dikirim apakah varian baru sudah ada atau belum. Varian baru ini memang cepat dan efeknya lebih berat,” ujar dia.

Anang menerangkan, apabila diperiksa di Laboratorium Litbang Kementerian Kesehatan (Kemenkes), varian delta itu bisa terdeteksi. Sehingga pihaknya telah menyiapkan sampel yang akan diteliti.

“Memang dicari daerah-daerah yang sudah ada varian delta. Di Gorontalo kan sudah satu kasus,” katanya.