Diduga Terhimpit Ekonomi, Seorang IRT di Sulteng Meninggal Usai Minum Racun

Konten Media Partner
24 Januari 2022 19:57
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Diduga Terhimpit Ekonomi, Seorang IRT di Sulteng Meninggal Usai Minum Racun (94166)
zoom-in-whitePerbesar
Korban AR (47) meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis di Puskesmas Balantak, Senin (24/1). Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) benisial AR (47), di Kecamatan Balantak Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, meregang nyawa usai minum racun rumput, Senin (24/1). Peristiwa ini masih didalami kepolisian setempat.
ADVERTISEMENT
Kapolsek Balantak, Iptu Muhammad Zulfikar mengungkapkan, sekira pukul 04.00 WITA, saksi yang merupakan suami korban berinisial KM terbangun dan melihat korban sedang berada di dapur. Kemudian saksi kembali ke tempat tidur untuk melanjutkan tidurnya.
“Sekira pukul 05.30 WITA, korban tiba-tiba datang dan langsung tidur di samping suaminya dengan kondisi sekitar wajah pucat biru seperti orang keracunan,” kata Zufikar.
Diduga Terhimpit Ekonomi, Seorang IRT di Sulteng Meninggal Usai Minum Racun (94167)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi meninggal dunia Foto: Shutter Stock
Melihat hal itu, saksi menjadi panik dan langsung berteriak meminta tolong kepada tetangga sekitarnya. Sang suami juga mengambil air dan meminumkannya kepada korban.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Setelah itu korban memuntahkan cairan hijau dan biru yang diduga racun,” tambah Kapolsek.
Korban pun dibawa ke Puskesmas Balantak untuk dilakukan tindakan medis. Sekitar pukul 15.39 WITA, korban meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
Kata Kapolsek, kasus ini masih dalam penyelidikan dan olah tempat kejadian awal. Dugaan sementara korban minum racun karena himpitan ekonomi.
“Sementara kami duga karena himpitan ekonomi,” ujarnya. ** (RK)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020