Foto: Upacara Nyepi di Kota Palu, Sulawesi Tengah

Umat Hindu di Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyambut perayaan Nyepi pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang terjadi pada 28 September 2018. Upacara perayaan Nyepi kali cukup berbeda dari sebelumnya.
Jika sebelumnya arak-arakan Ogoh-Ogoh melintasi beberapa titik jalan utama Kota Palu, kini hanya dilakukan di sekitar Pura untuk kemudian dibakar di samping Pura. Kegiatan itu dilakukan di Pura Agung Wana Kerta Jagatnatha, Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, pada Rabu sore (6/3).
Menurut Ketua Badan Penyiaran Hindu (BPH) Provinsi Sulawesi Tengah, Made Wiranadi, umat Hindu telah melaksanakan upacara Melasti atau penyucian diri untuk menyambut Hari Raya Nyepi di Pantai Dupa, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, pada Selasa sore (5/3).
“Tahun ini memang agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Tidak semeriah tahun sebelumnya khususnya dalam arak-arakan Ogoh-Ogoh karena kita ketahui bersama banyak saudara-saudara kita yang kehilangan keluarga mereka saat bencana terjadi,” kata Made Wiranadi.
Dia mengatakan perayaan Nyepi tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk selalu mendekatkan diri dengan Sang Pencipta. Selain itu, kata Made Wiranadi, juga untuk mengedepankan nilai-nilai toleransi dan keberagaman untuk keharmonisan antarumat beragama.
“Mari kita saling menjaga toleransi antarumat beragama yang menjadi pedoman kita untuk berbangsa dan bernegara,” ujar Made Wiranadi.
Berikut foto-foto penyambutan Hari Raya Nyepi di Kota Palu:
Penulis: Andi Lena (PaluPoso)
Foto: Andi Lena/Ikram
