Konten Media Partner

Foto: Upacara Nyepi di Kota Palu, Sulawesi Tengah

Palu Posoverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
DENGAN senyum kedamaian umat Hindu di Kota Palu kembali ke rumah usai mengikuti upacara menyambut Nyepi di Pura Pura Agung Wana Kerta Jagatnatha Provinsi Sulawesi Tengah Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Rabu (5/3). Foto: PaluPoso/Andi Lena
zoom-in-whitePerbesar
DENGAN senyum kedamaian umat Hindu di Kota Palu kembali ke rumah usai mengikuti upacara menyambut Nyepi di Pura Pura Agung Wana Kerta Jagatnatha Provinsi Sulawesi Tengah Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Rabu (5/3). Foto: PaluPoso/Andi Lena

Umat Hindu di Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyambut perayaan Nyepi pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang terjadi pada 28 September 2018. Upacara perayaan Nyepi kali cukup berbeda dari sebelumnya.

Jika sebelumnya arak-arakan Ogoh-Ogoh melintasi beberapa titik jalan utama Kota Palu, kini hanya dilakukan di sekitar Pura untuk kemudian dibakar di samping Pura. Kegiatan itu dilakukan di Pura Agung Wana Kerta Jagatnatha, Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, pada Rabu sore (6/3).

Menurut Ketua Badan Penyiaran Hindu (BPH) Provinsi Sulawesi Tengah, Made Wiranadi, umat Hindu telah melaksanakan upacara Melasti atau penyucian diri untuk menyambut Hari Raya Nyepi di Pantai Dupa, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, pada Selasa sore (5/3).

“Tahun ini memang agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Tidak semeriah tahun sebelumnya khususnya dalam arak-arakan Ogoh-Ogoh karena kita ketahui bersama banyak saudara-saudara kita yang kehilangan keluarga mereka saat bencana terjadi,” kata Made Wiranadi.

UMAT Hindu di Kota Palu usai mengikuti upacara menyambut Nyepi di Pura Pura Agung Wana Kerta Jagatnatha Provinsi Sulawesi Tengah Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Rabu (5/3). Foto: PaluPoso/Andi Lena

Dia mengatakan perayaan Nyepi tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk selalu mendekatkan diri dengan Sang Pencipta. Selain itu, kata Made Wiranadi, juga untuk mengedepankan nilai-nilai toleransi dan keberagaman untuk keharmonisan antarumat beragama.

“Mari kita saling menjaga toleransi antarumat beragama yang menjadi pedoman kita untuk berbangsa dan bernegara,” ujar Made Wiranadi.

Berikut foto-foto penyambutan Hari Raya Nyepi di Kota Palu:

UMAT Hindu di Kota Palu Rabu (6/3) sore mendatangi Pura Pura Agung Wana Kerta Jagatnatha Provinsi Sulawesi Tengah Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, untuk sembahyang menyambut Nyepi. Foto: PaluPoso/Andi Lena.
UMAT Hindu di Kota Palu membeli perlengkapan yang akan digunakan dalam mengikuti upacara dan sembahyang menyambut Nyepi di Pura Pura Agung Wana Kerta Jagatnatha Provinsi Sulawesi Tengah Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Rabu (6/3). Foto: PaluPoso/Andi Lena
UMAT Hindu di Kota Palu mengikuti prosesi sembahyang menyambut Nyepi di tempat suci di Pura Pura Agung Wana Kerta Jagatnatha Provinsi Sulawesi Tengah Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore Kota Palu, Rabu (6/3). Foto: PaluPoso/Andi Lena
Pengarak Ogoh-ogoh diberi percikan air suci oleh salah satu tokoh agama hindu, Rabu, (6/3), Foto : PaluPoso/Ikram
Salah seorang anak (pengunjung) ikut menyaksikan ogoh-ogoh menyerupai Buaya saat diarak untuk keliling di kawasan pura Agung, Wana Kerta Jagatnahta, Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan, Mantikulore, Kota Palu, Rabu, (6/3). Foto: PaluPoso/Ikram
Suasana pawai ogoh-ogoh di kawasan pura Agung, Wana Kerta Jagatnahta, Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan, Mantikulore, Kota Palu, Rabu, (6/3). Foto: PaluPoso/Ikram
Tokoh agama Hindu menaruh sesajen sebelum ogoh-ogoh dibakar, usai di arak, kawasan pura Agung, Wana Kerta Jagatnahta, Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan, Mantikulore, Kota Palu, Rabu (6/3). Foto: PaluPoso/Ikram
Seorang pemuda Hindu saat membakar ogoh-ogoh yang menyerupai buaya di kawasan pura Agung, Wana Kerta Jagatnahta, Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan, Mantikulore, Kota Palu, Rabu (6/3). Foto: PaluPoso/Ikram

Penulis: Andi Lena (PaluPoso)

Foto: Andi Lena/Ikram