Konten Media Partner

Gubernur Sulteng: Jaga, Lestarikan Laut dan Pesisir Sulawesi Tengah

2 Februari 2023 16:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Lokakarya Para Pihak Pengelolaan Perikanan Skala Kecil di Banggai Kepulauan dan Tata Kelola Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Banggai Dalaka, Kamis, 2 Februari 2023. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Lokakarya Para Pihak Pengelolaan Perikanan Skala Kecil di Banggai Kepulauan dan Tata Kelola Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Banggai Dalaka, Kamis, 2 Februari 2023. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Gubernur Sulawesi Tengah diwakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah Moh. Arif Latjuba secara resmi membuka acara Lokakarya Pengelolaan Perikanan Skala Kecil di Banggai Kepulauan dan Tata Kelola Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Banggai Dalaka, Kamis, 2 Februari 2023.
ADVERTISEMENT
Gubernur Sulawesi Tengah melalui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, Arif Latjuba, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Burung Indonesia bersama pemangku kepentingan terkait atas inisiasi pelaksanaan lokakarya ini sebagai upaya perlindungan terhadap sumber daya alam dan spesies laut melalui pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan.
Menurutnya, Sulawesi Tengah saat ini, adalah provinsi yang paling luas di Pulau Sulawesi dengan luas daratan 65.526,72 kilometer persegi dan luas wilayah perairannya sebesar 77.295,90 kilometer persegi.
Sementara panjang garis pantai sebesar 6.653,31 kilometer dan memiliki 1.604 pulau. Ditambah lagi berdasarkan estimasi, 38 persen wilayah Pulau Sulawesi berada di Provinsi Sulawesi Tengah.
“Namun, besarnya potensi tersebut, tidak saja menjadi peluang tetapi sekaligus tantangan bagi pemerintah maupun stakeholder terkait,” katanya.
ADVERTISEMENT
Lanjut Arif mengatakan, salah satu tantangan itu, adalah semakin maraknya penangkapan ikan secara ilegal atau illegal fishing. Salah satunya dengan cara pengeboman ikan, sehingga bisa merusak laut seperti terumbu karang dan ekosistem dalam laut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah Moh. Arif Latjuba mewakili Gubernur Sulteng secara resmi membuka acara Lokakarya Pengelolaan Perikanan Skala Kecil di Banggai Kepulauan dan Tata Kelola Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Banggai Dalaka, Kamis, 2 Februari 2023. Foto: Istimewa
“Jika praktik illegal itu terus dibiarkan, tentu saja akan mengganggu keberadaan, ketersediaan, kesinambungan, dan keanekaragaman sumber daya ikan yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Oleh karena itu, Gubernur Sulteng menyatakan, perlunya upaya yang serius untuk melakukan pengelolaan dan pelestarian sumber daya kelautan dan perikanan yang lebih efektif dan efisien.
“Saya berharap, ke depannya pemerintah bisa berkolaborasi dengan semua pihak dalam rangka keberlanjutan program nyata di lapangan. Tidak hanya berhenti sampai di lokakarya saja,” harapnya.
ADVERTISEMENT
Kolaborasi itu, tambah Gubernur, menjadi sangat penting agar dapat sejalan dengan visi gerak cepat menuju Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera dan lebih maju.
Gubernur Sulteng, kata Arif, juga berharap kegiatan ini dapat menginspirasi stakeholder lainnya. Dan, kepada seluruh peserta lokakarya, agar bisa memanfaatkan forum ini dengan sebaik-baiknya dan bisa berkolaborasi dan bersinergi dalam rangka melindungi, melestarikan, dan menjaga laut.
“Semua itu demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya di Bumi Trikora, Kabupaten Banggai Kepulauan,” ujarnya.