Hilangkan Trauma Warga, Mall Pertama di Sulawesi Tengah Dibongkar

Pengelolah Mall Tatura Palu, PT Citra Nuansa Elok (CNE) akan segera membongkar sisa bangunan Mall Tatura Palu Sulawesi Tengah setelah dihantam gempa bumi pada 28 September 2018 silam, untuk selanjutnya dibangun kembali.
Direktur PT CNE, Muhammad Memet mengatakan, pembongkaran sisa reruntuhan Mall Tatura itu akan dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2019, dan ditarget selesai dalam waktu tiga bulan. Upaya mempercepat pembongkaran reruntuhan Mall pertama di Sulawesi Tengah itu, untuk menghilangkan trauma tragedi 28 September silam bagi warga Kota Palu dan sekitarnya. Karena letak Mall Tatura tepat berada di jantung kota. Perhatian masyarakat akan selalu tertuju pada bangunan yang hampir ambruk tersebut.
"Hal ini juga mempercepat proses pemulihan trauma psikologi masyarakat, sehingga rasa trauma tersebut tidak akan tebayang kembali dengan pembongkaran Mall Tatura," kata Memet kepada PaluPoso, Jumat (8/3).
Saat proses pembongkaran katanya, pihaknya juga akan melakukan uji kekuatan struktur tanah (Sondir) termasuk mengukur kedalaman air terdalam di bawah bangunan. Sekaligus melakukan uji geolistrik, sebuah metoda eksplorasi geofisika untuk menyelidiki keadaan bawah permukaan dengan menggunakan sifat-sifat kelistrikan batuan. Sebab pembangunan ulang Mall Tatura nantinya akan diupayakan berkonstruksi tahan terhadap goncangan gempa.
Biaya pembongkaran tersebut menurut Memet, menelan anggaran sekitar Rp 3 miliar lebih. Namun hal itu tidak dibebankan kepada pihak pengelola, dalam hal ini PT CNE.
"Seluruh biaya pembongkaran tidak dibebankan lagi kepada kami tapi ditalangi oleh pihak asuransi," kata Memet.
Dalam pembangunan nantinya ujarnya, bangunan Mall Tatura akan diperluas hingga 12 ribu meter persegi, sekaligus jumlah bangunannya menjadi lima lantai
"Total biaya rekontruksi ulang Mall Tatura nanti kami informasikan kembali kepada media, mohon bersabar ya," katanya.
Selain itu katanya, ornamen dari bangunan Mall Tatura Palu akan mengadopsi kearifan lokal daerah Sulawesi Tengah sendiri.
"Dalam hal ini, kami akan melakukan koordinasi dengan wali kota dan dewan kota guna menentukan kearifan budaya Sulteng mana yang cocok untuk diterapkan pada ornamen-ornamen bangunan Mall Tatura, agar terlihat bercorak tradisional, namun bergaya modern," ujarnya.
Penulis: Firman (Kontributor/PaluPoso)
Editor: Abidin (PaluPoso)
