kumparan
7 November 2019 15:12

Kerangka Mahasiswi Korban Tsunami Palu Ditemukan di Reruntuhan Hotel

WhatsApp Image 2019-11-07 at 14.29.51.jpeg
Penemuan kerangka bernama Magfira Ibnu Hajar (23) yang beralamat di Jalan Kelapa Dua, Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, di Hotel Mercure, Jalan Cumi-cumi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (7/11). Foto: PaluPoso
Korban bencana alam Kota Palu 28 September 2018, kembali ditemukan. Kali ini ditemukan kerangka bernama Magfira Ibnu Hajar (23) yang beralamat di Jalan Kelapa Dua, Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT
Mendiang Magfira, salah seorang mahasiswi Universitas Tadulako Fakultas FKIP semester terakhir, tersebut ditemukan di dalam puing Hotel Mercure, Jalan Cumi-Cumi, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kamis (7/11).
Tengkorak korban gempa bumi tersebut pertama kali ditemukan oleh Nurhadi (39), warga Jalan Cumi-Cumi, Palu Barat, yang bekerja sebagai buruh bangunan. Nurhadi menemukan kerangka mayat tersebut saat dia bersama rekannya membersihkan sisa puing reruntuhan bangunan Hotel Mercure.
Sebelum pembongkaran puing bangunan hotel tersebut, seorang wanita mengatakan kepada para pekerja, bahwa di reruntuhan itu terdapat jasad anaknya. Setelah kerangka ditemukan, pihak pekerja menghubungi wanita tersebut serta aparat kepolisian setempat.
Dari pantauan PaluPoso di lokasi penemuan tengkorak sekitar pukul 12.15 WITA, ibu korban Irmawati (52) dan ayah korban Ibnu Hajar (59), beralamat di Jalan Kelapa Dua, Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, telah berada di lokasi penemuan bersama pihak aparat kepolisian.
ADVERTISEMENT
Penemuan kerangka korban gempa itu berlangsung dramatis. Beberapa keluarga korban yang mendatangi lokasi, tidak sanggup menahan tangis mereka saat melihat sisa jasad yang telah dibungkus kain tersebut.
WhatsApp Image 2019-11-07 at 14.31.39.jpeg
Suasana penemuan kerangka korban bencana gempa bumi 28 September 2018 bernama Magfira Ibnu Hajar (23) yang beralamat di Jalan Kelapa Dua, Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, di Hotel Mercure, Jalan Cumi-cumi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (7/11). Foto: PaluPoso
Ibu korban dalam keterangannya menjelaskan masih mengenali pakaian anak yang dikenakannya pada saat kejadian gempa bumi, tsunami dan likuefaksi 28 September 2018.
"Saya mengenali tengkorak itu adalah anak saya. Karena dia masih menggunakan jilbab berwarna abu-abu, serta ikat rambutnya. Karena di tengkorak tersebut masih melekat rambutnya," ujarnya.
Rencananya, kerangka korban bencana alam 28 September tersebut akan dikebumikan di pemakaman umum Pogego Kota Palu.
"Kerangka anak saya akan dikubur di Pogego, di samping kuburan neneknya," kata Irmawati.
Salah seorang keluarga korban yang enggan diberitakan namanya menjelaskan korban diketahui berada di Hotel Mercure bersama temannya untuk mencetak skripsinya.
ADVERTISEMENT
"Kakak saya kuliah di Untad, Fakultas FKIP jurusan Bahasa Inggris semester akhir. Dia bertemu temannya di Hotel ini terkait skripsinya," kata gadis dari sepupu korban yang bersekolah di salah satu SMA Kota Palu.
WhatsApp Image 2019-11-07 at 14.30.34.jpeg
Suasana terkini lokasi Hotel Mercure di Jalan Cumi-cumi, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, setahun pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi, Kamis (7/11). Foto: PaluPoso
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan