News
·
21 Juli 2021 17:29
·
waktu baca 2 menit

Kisah 3 Polisi di Sulteng Tolong Perempuan Gangguan Jiwa yang Mau Melahirkan

Konten ini diproduksi oleh Palu Poso
Kisah 3 Polisi di Sulteng Tolong Perempuan Gangguan Jiwa yang Mau Melahirkan (1213513)
searchPerbesar
Anggota Satlantas Polres Banggai saat mengantar ibu hamil di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulteng untuk melahirkan, Rabu (21/7) pukul 14.20 WITA. [Foto: Istimewa]
Petugas Polres Banggai melakukan pertolongan kepada salah seorang warga yang hendak melahirkan di Luwuk, Sulawesi Tengah (Sulteng). Kejadian itu ketika Aipda Anwar Salam, Bripka Jumasang, Briptu Mohammad Syaiful Ismail sedang piket, pada Rabu (21/7), pukul 14.20 WITA.
ADVERTISEMENT
Tanpa pikir panjang, ketiga polisi di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banggai itu langsung memberi pertolongan.
"Kami mendapatkan informasi bahwa ada orang OdGJ (Orang dengan Ganguan Jiwa) yang sedang kesakitan mau melahirkan, kemudian kami menuju ke tempat yang dimaksud," kata Anwar Salam.
Anwar lalu meminta bantuan kepada Briptu Mohammad Syaiful Ismail untuk melapor ke nomor kontak 911 dengan tujuan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Sulteng. Hanya saja, di waktu yang bersamaan ambulans 911 sedang digunakan.
"Kemudian Briptu Syaiful Ismail menghubungi rekannya yang menjadi pengemudi ambulans Ketua DPRD Banggai," katanya.
Setelah itu, ambulans meluncur ke Pasar Sentral Luwuk di Jalan Kolonel Sugiono, Luwuk, Kabupaten Banggai yang menjadi lokasi ditemukan sang ibu yang hendak melahirkan itu.
ADVERTISEMENT
"Setelah ambulans datang kami pun bertiga anggota lantas yang sedang melaksanakan piket membantu OdGJ tersebut mengangkat ke mobil ambulans dan dibantu oleh suaminya ke Puskesmas Pembantu Kecamatan Luwuk," ujarnya.
Akhirnya, sang ibu melahirkan bayinya dengan selamat. Bripka Jumasang memberikan perlengkapan bayi berupa sarung, baju, celana baby, kaos tangan, serta kaos kaki bayi.
Anwar menjelaskan, sang ibu dan suaminya tak memiliki tempat tinggal di Kabupaten Banggai, mereka berasal dari Kabupaten Morowali. Sang ibu kesehariannya menjual lampu pelita di seputar Luwuk.
“Iya tidak ada tempat tinggal mereka,” katanya.