Konten Media Partner

Kronologi Bentrok Warga dan Polisi di Kawasan Tambang Emas Poboya

Palu Posoverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana warga di Kawasan Tambang Emas Poboya, Palu, Rabu (26/10) malam. Foto: Tim PaluPoso
zoom-in-whitePerbesar
Suasana warga di Kawasan Tambang Emas Poboya, Palu, Rabu (26/10) malam. Foto: Tim PaluPoso

Bentrok antara polisi dan warga penambang emas Poboya di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pecah pada Rabu (26/10) malam.

Bentrokan terjadi saat polisi hendak mau masuk ke kawasan Tambang Emas Poboya dalam rangka pengamanan.

Massa yang sudah sejak sore melakukan aksi pengadangan jalan masuk ke kawasan tambang emas yang dikelola PT Citra Palu Minerals (CPM) tersebut tiba-tiba mengadang polisi. Bentrokan pun sulit dihindari.

Berikut kronologi bentrok antara warga dan polisi di kawasan Tambang Emas Poboya:

Bentrok warga dan Polisi di Kawasan Tambang Emas Poboya, Palu, Rabu (26/10) malam. Foto: Istimewa

Pukul 17.30 WITA

Bertempat di Rumah Adat Kelurahan Poboya, telah berlangsung pertemuan antara kuasa hukum masyarakat Poboya, tokoh Pemuda, dan tokoh masyarakat Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate, dengan jumlah massa sekitar 100 orang.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Poboya meminta agar mereka diberi ruang untuk melakukan aktivitas pertambangan di Kawasan Tambang Emas yang dikelola PT Citra Palu Minerals (CPM), yang dianggap oleh masyarakat setempat sebagai Tanah Adat atau Tanah Ulayat.

Mendengar keluhan dan permintaan masyarakat Poboya tersebut, Hidayat Lamakarate (Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah) menanggapi untuk membantu memediasi masyarakat Poboya dengan pihak perusahaan.

Pukul 17.53 WITA

Pertemuan telah selesai dilakukan dan tidak menemukan hasil. Sehingga masyarakat kembali melakukan penutupan jalan masuk ke Kawasan Tambang Emas Poboya yang dikuasai oleh PT CPM, tepatnya di perempatan Jalan Vatumorangga, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Pukul 18.00 WITA

Masyarakat Poboya kumpul dan masih bertahan di perempatan Jalan Vatumorangga.

Pukul 18.30 WITA

Situasi mulai memanas dan masyarakat mulai anarkis. Polisi pun yang ada di sekitar lokasi kejadian langsung memberi tembakan peringatan dan menembakkan gas air mata. Bentrokan pun sulit dihindari.