kumparan
17 Sep 2019 16:10 WIB

Lalampa, Nyiur Melambai hingga Serambi Madinah

Foto bersama tim Touring Pilkada 2020. Foto: Lita
Perjalanan berbagi pengetahuan kepemiluan sepanjang 3000 kilometer ini begitu berkesan dan rasanya begitu pelit jika tidak dibagikan, dan setiba di rumah segera saya menulis catatan ini yang tepatnya tinggal merangkai beberapa catatan-catatan pendek yang sudah saya buat sepanjang perjalanan.
ADVERTISEMENT
Ketika disampaikan oleh Pimpinan Divisi Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Provinsi Sulawesi Tengah, Sahran Raden, mengenai rencana Touring Pilkada 2020 menuju Kota Manado, Sulawesi Utara, dengan jalur darat sekaligus menghadiri kegiatan Konsolidasi Region Gelombang 2 Divisi Parmas yang ada di 10 Provinsi, yang terbayang dibenak saya hanya satu kata ‘Jauh’.
Bagi saya ke Kota Manado, Sulawesi Utara, bukan hal yang baru karena sudah beberapa kali. Tetapi menempuh jalur darat ke sana adalah hal yang benar-benar baru dan rasa penasaran membuat saya bersemangat ikut serta di touring ‘Sharing Knowledge’ Pilkada 2020 ini.
Titik kumpul untuk pemberangkatan bersama Ketua Divisi Parmas KPU Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat beserta 13 Ketua Divisi Parmas KPU Kabupaten Kota se-Sulawesi Tengah adalah Toboli, yang terkenal sebagai Kampung Lalampa (lemper bakar) di Kabupaten Parigi Moutong.
ADVERTISEMENT
Di awali acara Coffee Morning bersama Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Parigi Moutong yang juga dihadiri oleh Kapolsek Parigi Utara, Tim Touring ‘Knowledge Sharing’ Pilkada 2020 berangkat menuju Kota Manado tepat pukul 08.30 WITA.
Iring-iringan 15 unit kendaraan roda empat dengan jumlah personel kurang lebih 50 orang mulai menyusuri jalan trans Sulawesi arah Sulawesi Tengah-Sulawesi Utara dengan laju kecepatan rata-rata setiap kendaraan 80-100 km per jam. Komunikasi dan koordinasi tim touring sepanjang perjalanan dilakukan melalui whatsapp group.
Jalur tempuh yang lurus dan mulus tak memberi hambatan berarti sepanjang perjalanan, hingga diputuskan untuk rehat makan siang di salah satu rumah makan tepi laut di Kecamatan Moutong, kira- kira berjarak kurang lebih 2 jam sebelum tugu perbatasan Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Di rumah makan ini, tim touring benar-benar diuji kesabarannya menunggu sajian seafood ikan bakar segar selama kurang lebih hampir 3 jam, lalu melahapnya dan bergegas melanjutkan perjalanan.
Perjalanan Tim Touring Pilkada 2020. Foto: Lita
Menjelang waktu Magrib, tim Touring sudah tiba di wilayah tapal batas Provinsi Sulawesi Tengah dan Gorontalo dan tidak lupa mengabadikan momen tersebut lewat kamera ponsel masing-masing.
ADVERTISEMENT
Ketika kembali menaiki mobil yang saya tumpangi, saya sempat mencari informasi di ponsel saya sisa jarak tempuh yang masih akan dilalui. Dan, bisa ditebak raut wajah terkejut saya bahwa kami belum separuh perjalanan.
Singkat cerita, tim Touring rehat kembali untuk menunaikan ibadah salat Magrib di Kota Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo dan setelahnya segera bergegas melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, di mana kami akan diterima oleh Perwakilan KPU Provinis Sulawesi Utara yaitu KPU Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Di tengah perjalanan, kami mendapat berita duka kepergian Presiden ketiga RI Bapak BJ.Habibi dan belasungkawa kami sampaikan saat berhenti di tugu peringatan beliau yang berdiri kokoh dan tegak di depan pintu masuk Bandar Udara Gorontalo.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya jangan ditanya lagi soal tugu perbatasan Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara, sebab kami melintasinya sudah hampir dinihari dan saya hanya melihat sepintas ada spanduk ucapan selamat datang kepada peserta Konsolidasi Region KPU Peningkatan Partisipasi Masyarakat gelombang II yang dibentangkan di sisi kanan jalan yang kami lalui. Sedikit lega dan gembira tentu saja karena menyadari sudah memasuki wilayah Provinsi Sulawesi Utara.
Sambutan yang ramah dan hangat oleh Ketua KPU Bolmut, Djunaidi Harundja dan Ketua Divisi Parmasnya, Rita Darondo beserta sekretaris dan seluruh jajarannya dini hari waktu setempat membuat lelah dan penat kami tak berarti. Apalagi ketika kami diarahkan langsung menuju warung makan tepi pantai yang telah siap dengan berbagai sajian menu, membuat kami yang baru saja tiba ‘gagal fokus’ pada kata-kata sambutan Ketua KPU Bolmut sekaligus perkenalan dan mempersilahkan kami melayani diri masing-masing.
ADVERTISEMENT
Hampir pagi, setelah ibadah salat Subuh ditunaikan oleh rekan-rekan Muslim, kembali perjalanan dilanjutkan dan kali ini sudah dipandu langsung oleh KPU Bolmut yang otomatis menjadi kendaraan leader bagi tim touring.
Bagi saya, pemandangan pagi hari menyusuri jalan trans menuju Kota Manado teramat luar biasa mempesona. Sisi kanan perbukitan dan hamparan kebun kelapa yang daunnya menari-nari ditiup angin dan kemudian di sisi kiri pantai dan laut yang begitu cantik, seolah-olah ingin menyampaikan kalimat “Selamat datang di Negeri Nyiur Melambai”.
Bersambung ….
Penulis: Wilianita Selviana Pangetty (Komisioner KPU Poso)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan