LPMS Poso Berjuang Merubah Stigma Tamanjeka Sebagai Kampung Teroris

Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil (LPMS) Poso, belum lama ini menggelar kegiatan literasi di Kampung Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Koordinator Pos Informasi dan Pengaduan Masyarakat (P2IPM-LPMS) Poso Evi Tampakatu, Senin (18/2) di Poso, mengatakan, salahsatu program yang ada di lembaga ini adalah kegiatan literasi bekerja sama dengan Teras Baca Topelinja selaku penyedia buku bacaan. “Karena lembaga kami masih kekurangan buku bacaan,” ujar Evi.
Ia mengatakan, tujuan utama kegiatan literasi ini, untuk mengenalkan dan mengkampanyekan pada masyarakat Poso khususnya, sekaligus ingin merubah stigma masyarakat luas tentang Dusuan Tamanjeka adalah kampung teroris.
Padahal kata Evi, Dusun Tamanjeka itu ternyata satu tempat yang sangat indah dan sejuk. Masyarakat di dusun ini sangat ramah-ramah dan jauh dari kesan menakutkan seperti yang selama ini mereka dengar. Karena pascakonflik Poso dan merebak isu Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso Cs, Dusun Tamanjeka dianggap sarang teroris.
“Padahal tidak seperti itu adanya. Sayapun adalah orang yang selalu ngeri ketika mendengar nama dusun Tamanjeka. Tapi ketika saya berkunjung pertama kali, saya langsung menemukan inspirasi untuk buka komunitas anak,” ujarnya.
Melalui kegiatan literasi ini juga kata Evi, ia ingin memberi pesan damai kepada anak-anak sekaligus memperlihatkan kepada mereka bahwa ada banyak dunia anak di luar sana yang begitu indah. Karena anak-anak di dusun ini yang mereka lihat adalah hanya senjata aparat, di mana pos aparat keamanan terletak pas di depan salah satu sekolah dasar yang ada di dusun ini.
“Walaupun jalan menuju dusun ini sangat rusak tidak menurunkan tekad dan semangat saya untuk melakukan kegiatan ini,” kata Evi.
PaluPoso
