Konten Media Partner

Matt Wright Gagal, Banyak Pawang Buaya Daftar Jadi Penangkap Buaya Berkalung Ban

Palu Posoverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seekor buaya liar yang terjerat ban sepeda motor saat muncul ke permukaan sungai. Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
zoom-in-whitePerbesar
Seekor buaya liar yang terjerat ban sepeda motor saat muncul ke permukaan sungai. Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

Pasca -kepulangan Matt Wright, banyak pawang buaya mengantre ingin daftar bergabung dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA untuk melakukan upaya penangkapan buaya berkalung ban.

“Kami sedang recovery satwa buaya berkalung ban dan buaya yang lainnya mengingat sudah dua minggu kami melakukan pemburuan,” kata Kepala Seksi Konservasi I Wilayah Pangi BKSDA Sulawesi Tengah, Haruna, Selasa (18/2).

Ia mengatakan saat ini pihak yang mendaftar untuk upaya penyelamatan buaya berkalung ban tergolong banyak. Namun belum memiliki izin termasuk pawang buaya bernama Dawi dan dua anaknya warga asal Palopo, Sulawesi Selatan.

“Mereka ketemu saya katanya dia mau bergabung dengan BKSDA Sulteng untuk menyelamatkan buaya berkalung ban,” katanya.

Haruna mengatakan, Dawi dan dua anaknya yang katanya akan melakukan penangkapan, Selasa (18/2) malam, belum memiliki izin dari BKSDA.

Hal ini mengingat kekhawatiran KSDA terhadap keamanan Dawi dan dua anaknya.

“Buaya sekarang dalam keadaan yang sensitif sehingga kami juga khawatir jika buaya kemudian akan menyerang masyarakat,” ujarnya.

Haruna menambahkan Dawi pada dasarnya belum mengajukan izin secara tertulis kepada BKSDA. Sehingga, izin yang dibuat harus sama dengan izin yang diurus oleh Matt Wright.

“Ini bukan urusan menangkap hewan biasa tetapi ada risiko besar sehingga prosedurnya harus dijalani,” kata Haruna.

Selain Dawi dan dua anaknya, dua pawang dari Predator Fun Park dan satu dari BKSDA Malang.

Sebelumnya mereka telah memantau buaya berkalung ban dan akan mengurus izin.

“Kami saat ini fokus pada pantauan dan memberi kesempatan kepada buaya itu karena beberapa tahun ke depan ban yang melingkar di leher buaya itu masih aman dan belum akan melukai buaya," ujarnya