kumparan
KONTEN PUBLISHER
17 Februari 2020 15:10

Matt Wright Pamit Usai 8 Hari Gagal Tangkap Buaya Berkalung Ban di Palu

WhatsApp Image 2020-02-17 at 14.20.33.jpg
Matt Wright saat pamit terhadap pers di Palu, Senin (17/2). Foto: Kristina Natalia/PaluPoso
Ahli reptil asal Australia, Matt Wright, pamit setelah melakukan upaya penyelamatan buaya berkalung ban selama delapan hari di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pangi BKSDA Sulawesi Tengah, Haruna, mengatakan Matt Wright akan kembali ke negara asalnya Senin sore (17/2).
Haruna menyebut, upaya penyelamatan buaya berkalung ban oleh Matt Wright adalah upaya penyelamatan tahap I. Artinya, upaya penangkapan akan berkelanjutan.
Matt Wright akan kembali ke Palu pada Mei 2020 mendatang dengan misi yang sama. “Misinya saja kalau memang buaya berkalung ban ini belum tertangkap dan diselamatkan,” kata Haruna, Senin (17/2).
Haruna menuturkan, operasi yang dilakukan BKSDA untuk sementara dihentikan mengingat perilaku buaya berkalung ban yang berubah. Dikhawatirkan buaya akan menjadi agresif dan menyerang masyarakat.
xm2nvnkoekxywh0qbabq.jpg
Sosok Matt Wright bersama buaya tangkapannya. Foto: Matt Wright_IG
“Perilakunya berubah dan kami harus beri kesempatan kepada satwa ini tenang mengingat perilaku buaya menjadi takut dengan manusia. Kami tim akan lanjutkan dengan pemantauan terhadap buaya berkalung ban,” kata Haruna.
ADVERTISEMENT
Ia menambahkan beberapa pihak yang telah mendaftarkan diri ke BKSDA untuk terlibat dalam penangkapan buaya berkalung ban. Namun BKSDA belum memberikan kesempatan mengingat izin dari pihak pendaftar belum diurus.
“Izinnya harus diurus seperti Matt mengingat resiko dalam upaya penangkapan ini sangat besar sehingga perlu dipastikan pihak yang mendaftar benar-benar ahli,” ujarnya.
Sementara itu, Satgas Penanganan Konflik Buaya BKSDA NTT, Oktavianus Sene, yang membantu dalam upaya penyelamatan Matt Wright akan kembali pada Rabu (19/2) mendatang.
WhatsApp Image 2020-02-17 at 14.20.34.jpg
Matt Wright (kiri) dan Oktavianus Sene (kanan) BKSDA NTT. Foto: Kristina Natalia/PaluPoso
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan