Meski Corona Melanda, Kakek Penjual Es Krim Ini Tetap Semangat Keliling Palu

Memasuki usia senja, banyak orang yang menghabiskan waktunya bersama keluarga di rumah. Namun, tidak dengan Daeng Bela.
Kakek berusia 67 tahun ini masih tetap semangat berjualan es krim berkeliling Kota Palu, Sulawesi Tengah, meski harus mendorong gerobak es nya.
Kakek ini menceritakan, ia mulai ke luar rumah untuk berjualan mulai dari pukul 14.00 siang hingga pukul 17.00 sore.
"Kalau saya mulai jualan itu dari jam 2 siang, ini sudah mau pulang (pukul 17.00 sore, red), hampir (seluruhnya) saya kelilingi Kota Palu ini," kata Daeng Bela saat ditemui media ini, Senin (7/12).
Rute sehari-hari bagi kakek ini menjajakan jualan es krimnya, mulai dari Jalan Sungai Wera, Kecamatan Palu Barat, yang merupakan lokasi tempat tinggalnya, kemudian menelusuri lorong-lorong jalan.
Dengan umur yang sudah sepuh, kakek ini mampu menelusuri sudut-sudut kota hingga belasan kilometer, berharap ada yang membeli es krimnya.
Sebelum masa pandemi COVID-19, ia mengakui rute jualannya sampai tak sejauh ini. Titik-tiitik jualannya biasanya pada beberapa sekolah yang berada di sekitar wilayah Kecamatan Palu Barat. Kala itu, Ia mengakui bisa meraup pendapatan sekitar Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu.
"Kalau tidak ada korona masih bagus, saya masih bisa jualan di sekolah, kadang saya dapat 450 ribu rupiah, sekarang saya dapat kadang 200 ribu rupiah, kadang 300 ribu rupiah, tidak tentu," ujarnya.
Namun karena belajar tatap muka tidak dilaksanakan selama masa pandemi ini, otomatis omzet jualannya juga jauh berkurang. Itupun ia harus menelusuri setiap lorong untuk menjajakan jualannya itu di tengah teriknya sinar matahari.
“Makin panas matahari makin besar harapan jualan es krim bisa laris. Tapi kalau mendung, apalagi hujan, mending tidak keluar berjualan,” ujarnya.
Harga es krim dari seorang kakek ini tergolong murah, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per porsinya.
"Kalau yang kerupuk saya jual 5 ribu rupiah, yang roti dengan tempat yang besar ini jualannya 10 ribu rupiah," kata kakek yang memiliki 5 anak ini.
Kakek juga ini menyebutkan, es krim yang dijualnya juga hasil olahan dari isterinya sendiri.
"Ini es krim istri saya yang buat," kata kakek yang saat ini hanya tinggal bersama dengan isterinya.
"Anak saya 5, yang satu sudah meninggal, saya sekarang hanya tinggal dengan istri, karna anak sudah menikah semua," ujarnya. ** (Rian)
