Pasar Menjanjikan, Toli-Toli Ekspor Kelapa ke Vietnam dan Singapura

Tingginya harga kelapa di tengah pandemi COVID-19 saat ini menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi pengusaha. Di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, sejumlah pengusaha telah mengirim buah kelapa ke Vietnam dan Singapura.
"Petani saat ini lebih memilih untuk menjual buah kelapanya kepada kami secara utuh, dibanding mereka harus mengolah buah kelapa menjadi kopra dikarenakan lebih praktis," kata Salman salah satu pengusaha buah kelapa di Tolitoli kepada PaluPoso, Jumat (19/6).
Salman mengatakan, kini untuk harga beli buah kelapa bundar di pasaran persatu kilogramnya mencapai Rp2 ribu, di mana dalam satu kilogramnya tersebut naik antara satu hingga dua buah kelapa.
Menurutnya, dibanding harga kopra yang saat ini masih standar, sebagian besar petani di daerah ini lebih memilih menjual buah kelapanya secara utuh. Selain praktis, harga jualnya pun bisa menutupi ongkos yang dikeluarkan petani, seperti ongkos tukang panjat pohon kelapa dan ongkos muat buah kelapa hingga ketempat penampungan.
"Sejak usaha yang saya rintis sebulan lalu saya tidak kehabisan stok, karena Kabupaten Tolitoli salah satu penghasil kelapa terbesar di Sulteng," katanya.
Sementara untuk pengiriman buah kelapa, kata Salman, ia menggunakan peti kemas agar kondisi buah kelapa yang nantinya akan dikirim bisa bertahan baik hingga ke tempat tujuan.
"Biasanya setiap pekan saya mengirim buah kelapa, karena setiap hari truk masuk ketempat saya membawa stok yang banyak ," ujarnya.
Menurut Salman, bisnis buah kelapa ini sangat menjanjikan, di mana keuntungannya bisa mencapai dua kali lipat jika kualitas kelapa baik.
"Permintaan bukan dari dalam negeri saja, akan tetapi dua negara di Asean seperti Vietnam dan Singapura," katanya.
