kumparan
KONTEN PUBLISHER
20 Desember 2019 23:22

Pemulihan Mata Pencaharian Warga di Sulteng Pascabencana

IMG_20191221_001047.jpg
Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu Setyo Susanto (kiri) saat memberikan paparan pada kegiatan seminar Panduan Dukungan Pemulihan Mata Pencaharian dan Penguatan Masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah, Kantor Bappeda Sulteng, Jalan Moh. Yamin, Kota Palu (20/12). Foto: Kristina Natalia/PaluPoso
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah bersama dengan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) menggelar seminar Panduan Dukungan Pemulihan Mata Pencaharian dan Penguatan Masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT
Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Bappeda Sulteng Hasanuddin Atjo itu dihadiri dihadiri Senat Advisor JICA Headguarder, Hirabayashi dan petinggi JICA serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala, digelar di Kantor Bappeda Sulteng, Jumat (20/12).
Dalam kegiatan tersebut pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari tiga daerah yang terdampak bencana gempa, yaitu Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala memaparkan kegiatan percontohan pemulihan mata pencaharian warga pascabencana yang dilaksanakan di daerah masing-masing.
Sebelum ketiga pimpinan OPD tersebut memaparkan kegiatan percontohannya, Kepala Bappeda Sulteng Hasanuddin Atjo mengatakan Pemerintah Indonesia melalui Bappenas dan JICA bekerjasama untuk mendukung kegiatan pemulihan dan pembangunan kembali di Provinsi Sulawesi Tengah pascabencana 28 September 2018.
ADVERTISEMENT
Ia mengatakan salah satu proyek kerjasama teknis adalah Project For Development of Regional Disaster Risk Resilirnce Plan in Central Sulawesi in the Republic of Indonesia.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah pemulihan mata pencaharian dan penguatan masyarakat pascabencana,” kata Atjo.
Hingga September 2019 lanjutnya, kegiatan ini telah dilaksanakan di tiga daerah percontohan yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.
“Perbaikan tidak hanya untuk mengembalikan ke kondisi awal tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengurangi risiko bencana,” ujarnya.
Sementara itu peran pemerintah di kabupaten/kota dalam proyek Pengembangan Rencana Ketahanan Risiko Bencana Regional di Provinsi Sulawesi Tengah ini adalah memberikan informasi terkait bantuan yang tersedia dari pemerintah pusat. Kemudian memprioritaskan kegiatan sasaran dalam rencana aksi dan mengkoordinasikan pertemuan untuk berbagi hasil.
ADVERTISEMENT
“Dalam seminar ini juga kami berbagi pengalaman dan pembelajaran pemulihan dan pembangunan pascagempa bumi dahsyat yang terjadi di wilayah Timur Jepang,” kata Hasanuddin Atjo.
IMG_20191221_001146.jpg
Suasana kegiatan Seminar Panduan Dukungan Pemulihan Mata Pencaharian dan Penguatan Masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah, di Kantor Bappeda Sulteng, Jalan Moh. Yamin, Kota Palu (20/12). Foto: Kristina Natalia/PaluPoso
Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu Setyo Susanto dalam paparannya mengatakan, program Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Koperasi untuk pemulihan mata pencaharian lebih memfokuskan pada kegiatan kuliner.
Delapan kelompok kuliner dilibatkan dalam kegiatan percontohan ini. Di antaranya, jenis usaha jualan kopi, kopi susu; produk jualan jalangkote; produksi/jualan masakan utadada; dan produksi/jualan masakan ovempoi, binte.
Periode pelaksanaan kegiatan ini lanjutnya adalah Februari 2019 hingga Desember 2019. “Kegiatan ini sudah berjalan hanya saja masih ada kendala yang dihadapi di lapangan,” ujar Setyo.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sigi Samuel Yansen Pongi dalam paparannya menjelaskan kegiatan percontohan pembangunan dan pengoperasian sentra UMKM masyarakat dan penyelenggaraan untuk pemulihan mata pencaharian dilaksanakan di lokasi huntara Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru.
ADVERTISEMENT
Kegiatan percontohan tersebut di antaranya, pelatihan keterampilan konstruksi bangunan tahan gempa dan pembangunan sentra UMKM dengan kelompok sasaran adalah usaha mikro dan kecil di lokasi huntara yang kehilangan asetnya.
Adapun pelatihan keterampilan konstruksi bangunan tahan gempa itu melibatkan 29 orang dari kaum laki-laki sebagai upaya pemulihan mata pencaharian mereka.
IMG_20191221_001253.jpg
Peserta dari JICA saat mengikuti kegiatan seminar Panduan Dukungan Pemulihan Mata Pencaharian dan Penguatan Masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah, Kantor Bappeda Sulteng, Jalan Moh. Yamin, Kota Palu (20/12). Foto: Kristina Natalia/PaluPoso
Di Sigi juga tambahnya ada sentra kuliner dengan sumber dana Kementerian Koperasi melalui Pemda Sigi. Sentra kuliner ini launching pekan lalu.
"Ini juga kami mau informasikan ke OPD provinsi," ujarnya.
Di kabupaten Sigi lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas Koperasi dan UMKM telah memberikan bantuan kepada koperasi berbasis pertanian sekitar 250 juta rupiah. Bantuan ini untuk memberdayakan masyarakat petani sebagai upaya membuat Smart Farming.
ADVERTISEMENT
Begitupula di Kabupaten Sigi terdapat museum mini dengan memanfaatkan gedung sekolah yang rusak karena gempa dan likuefaksi. Museum mini ini dikelola oleh Dinas Koperasi dan pendanaannya telah disetujui oleh DPRD Sigi.
“Kita mau tawarkan ke JICA dan kalau disetujui kami cantumkan logo JICA,” ujarnya.
Pembangunan gedung museum ini kata Samuel, mengadopsi pembangunan Kesummah City Memorial Museum yang merupakan bukti sejarah peninggalan bencana gempa dan tsunami di Jepang. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana serta mengingatkan bahwa di daerah ini pernah dilanda gempa dan likuefaksi yang menewaskan ratusan jiwa warga Sigi.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan