Penemuan Mayat di Morut, Istri Korban Belum Percaya Suaminya Gantung Diri

Konten Media Partner
23 Agustus 2023 22:03 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Mayat. (Foto: Thinkstock)
ADVERTISEMENT
Penemuan mayat laki-laki diduga gantung diri di Desa Pambarea, Kecamatan Mori Atas, sampai saat ini masih dipertanyakan keluarga, khususnya istri korban yang tinggal di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT
"Sampai saat ini, saya masih bingung, tiba-tiba saya dapat kabar kalau suami saya sudah meninggal dunia diduga gantung diri," kata Anti (33), istri korban, saat dihubungi media ini di Palu, Rabu (23/8).
Anti mengatakan, selama ditinggal pergi mencari rezeki oleh suaminya di Kabupaten Morowali Utara, ia tidak pernah merasa ada yang aneh terlihat dari suaminya. Di belakangan, Anti tiba-tiba mendapat kabar kalau suaminya itu ditemukan meninggal dunia karena dugaan bunuh diri.
"Ini sih, saya masih bingung. Padahal, suami saya itu pamit, pamit pergi kerja. Saya masih bingung, kalau ada bunuh diri itu. Apalagi kan kan anak saya baru umur 2 bulan," ujarnya.
Anti berharap atas kejadian tersebut, polisi bisa menelusuri apa motif dari kejadian tersebut.
ADVERTISEMENT
"Saya minta polisi usut kematian suami saya itu," katanya dengan mata berkaca-kaca.
Sebelumnya, warga Desa Pambarea, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, dihebohkan dengan penemuan mayat laki-laki dalam kondisi tergantung di atas pohon, pada Sabtu pagi (19/8).
Mayat yang diduga gantung diri tersebut ditemukan oleh salah seorang warga atas nama Junbert Hocean Pagalu (27), yang saat itu hendak memanen buah sawit di lahan milik Yones.
Kapolres Morowali Utara, AKBP Imam Wijayanto, dalam keterangannya pada media, membenarkan kejadian tersebut.
"Benar, kejadiannya Sabtu, 19 Agustus 2023, sekitar pukul 08.00 WITA, adanya peristiwa penemuan mayat di Desa Pambarea, Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara. Dari hasil pemeriksaan hingga siang, korban diidentifikasi bernama Nover Podone (30)," katanya.
ADVERTISEMENT
Kapolres Morut menyebutkan, kronologi kejadian bermula saat Hoecen (saksi), sedang memanen sawit di kebun milik Yones. Saat itu saksi hendak panen sawit tiba-tiba mencium bau busuk di dekat kolam Hoecen.
Kemudian saksi tetap melakukan panen buah sawit, namun bau busuk semakin kuat dan saksi Hoecen melihat ada ikatan tali yang tergantung di pohon rambutan.
Karena tingginya rumput, saksi pun kemudian mendekat ke arah pohon rambutan, dan langsung melihat korban telah tergantung. Dan saat itu, saksi pun langsung berlari memberitahukan kepada saksi Yones dan langsung melaporkan kepada pihak Polsek Mori Atas.
Atas laporan tersebut, lanjut kapolres, pada pukul 08.49 WITA, personel Polsek Mori Atas tiba di TKP penemuan mayat dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), juga langsung mengevakuasi mayat tersebut ke Puskesmas Tomata.
ADVERTISEMENT
"Penyebab pasti kematian korban, kami masih lakukan penyelidikan. Info sementara dari pihak keluarga, korban mengakhiri hidupnya diduga karena mengalami depresi akibat permasalahan keluarga. Almarhum telah dimakamkan di Penguburan Umum Desa Tomata, Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara, pada pukul 14.30 WITA, atas persetujuan keluarga," jelas Kapolres Morowali Utara, AKBP Imam Wijayanto.