Konten Media Partner

Penerima Dana PIP Padati BRI hingga Berjam-jam

Palu Posoverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana orang tua siswa saat mengikuti antrian panjang mendampingi anak mereka saat hendak menerima dana PIP di salah satu BRI di Kabupaten Sigi, Kamis (28/2/19). Foto: PaluPoso/Abidin
zoom-in-whitePerbesar
Suasana orang tua siswa saat mengikuti antrian panjang mendampingi anak mereka saat hendak menerima dana PIP di salah satu BRI di Kabupaten Sigi, Kamis (28/2/19). Foto: PaluPoso/Abidin

Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dipadati ratusan orang tua siswa penerima dana Program Indonesia Pintar (PIP). Pemandangan tersebut sudah berlangsung beberapa pekan ini setelah pemerintah pusat mengucurkan secara bertahap dana PIP bagi siswa di Kota Palu, Sigi dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Sebagaimana pantauan PaluPoso di Bank BRI unit Jalan Setiabudi, Kelurahan Talise, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Kamis (28/2), antrian orang tua siswa penerima dana PIP terlihat mengular sejak pagi hari. Bahkan, Andre (42), orang tua siswa penerima penerima PIP mengaku sudah empat hari datang ke Bank BRI mengurus proses pencairannya.

“Petugas di bank bilang nanti dua pekan mendatang baru bisa dicairkan karena banyaknya yang antri menunggu proses pencairannya,” kata Andre.

Pemandangan seperti ini kata Andre, sudah terlihat sejak pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan program dana PIP diperluas bagi siswa terdampak bencana di Pasigala. Sehingga, penerima dana PIP yang awalnya diperuntukkan bagi siswa kategori tidak mampu, khusus untuk wilayah Pasigala diperluas dengan mengambil data di daftar pokok pendidikan (Dapodik).

Pemandangan serupa terlihat di Bank BRI Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Kamis (28/2). Puluhan orang tua siswa sudah menyesaki kantor BRI itu sejak pagi hari. Mereka itu pada umumnya berasal dari Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

“Inikan bank BRI paling dekat, makanya torang ba ambe di sini dana bantuan PIP-nya,” kata Suyanto, salah seorang orang tua siswa yang tinggal di Desa Watunonju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Ia mengaku datang bersama anaknya yang sekolah di SD Watunonju. “Anaknya harus dibawa, kalau tidak te bisa cair dananya,” kata Suyanto dengan logat Kaili, etnis asli lembah Palu.

Ia pun tidak merasa lelah untuk mengantri di bank BRI dari pagi hingga siang hari, asalkan dana bantuan PIP untuk anaknya bisa segera dicairkan.

“Tidak apa-apa lama ba antri, yang penting cair. apa dananya kita so butuhkan sekali untuk biaya keperluan sekolah maupun yang lainnya,” ujarnya.

Senada disampaikan Daniayati, orang tua siswa penerima PIP lainnya. Ia mengaku tak ada pilihan selain ikut mengantri di Bank BRI Biromaru bersama orang tua siswa dari SD Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru. Walau antrian sudah mengular sejak pagi hari.

“Palingan bank BRI lainnya juga banyak orang ba antri mo ambe dana bantuan, jadi mendingan di sini saja dekat, daripada mo pigi jauh ke bank BRI di Kota Palu tidak ada uang bensin dan makan,” ujar Daniayati, juga dengan logat Kaili.

Daniayati beserta orang tua siswa lainnya meminta pihak Bank BRI Sigi Biromaru untuk segera menambah petugas layanan pencairan dana PIP agar tidak terjadi antrian panjang.

Hingga pukul 15.30 Wita, antrian penerima dana PIP masih mengular di bank BRI Sigi Biromaru.

Suasana orang tua siswa saat mengikuti antrian panjang mendampingi anak mereka saat hendak menerima dana PIP di salah satu BRI di Kota Palu. Foto: PaluPoso

Sementara itu, Kepala Pendidikan Kota Palu, Ansar Sutiadi mengatakan, dana PIP sebenarnya adalah bantuan dana bagi siswa dalam kategori keluarga tidak mampu yang datanya bersumber dari data tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TNP2K).

Khusus Kota Palu pascabencana, cakupan nama-nama siswa penerima PIP diperluas tidak hanya bersumber dari data TNP2K. Perluasan cakupan itu dengan mengambil data Dapodik.

Pencairan dana PIP tingkat Kota Palu menurutnya, sudah memasuki tahap 14.

Dana PIP jelasnya, hanya diberikan sekali untuk setiap siswa. Artinya, siswa yang sudah mendapat bantuan PIP tahap sebelumnya, tidak lagi mendapat bantuan di tahap selanjutnya.

Jika terdapat siswa yang tidak mendapat bantuan dana PIP, maka kemungkinan, nama anak tersebut belum masuk dalam data TNP2K sekaligus dalam Dapodik.

“Tapi biasanya ada yang mengaku tahap 14 ini tidak dapat, padahal sudah mendapat pada tahap sebelumnya,” kata Ansar.

Namun begitu, Ansar menyarankan bagi orang tua siswa yang anaknya belum mendapat bantuan PIP untuk proaktif berkoordinasi dengan pihak sekolah. Untuk memastikan apakah nama anak sudah masuk dalam Dapodik atau belum.

Sebaliknya Ansar menyebut, jika ada siswa yang namanya masuk dalam Dapodik, namun tidak menerima PIP tahap 14 ini, maka kemungkinannya telah menerima pada tahap- tahap sebelumnya.

“Kami juga akan monitoring ke sekolah terkait masalah ini,”ujarnya.

Sejauh ini lanjut Ansar, jumlah total peserta didik yang masuk dalam PIP tingkat Kota Palu untuk semua jenjang pendidikan sebanyak kurang lebih 37 ribu siswa. Sampai dengan pencairan PIP tahap 14, sebanyak kurang lebih 28 ribu siswa telah menerima dana program tersebut.

Penulis: Abidin (PaluPoso)