Konten Media Partner

Perburuan Buaya Berkalung Ban di Palu Gunakan Pukat Ikan

Palu Posoverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Satgas penanganan konflik buaya BKSDA memasang pukat jaring yang diketahui tempat buaya berkalung ban berjemur di Sungai Palu, Kota Palu, Jumat (7/2). Foto: Kristina Natalia/PaluPoso
zoom-in-whitePerbesar
Satgas penanganan konflik buaya BKSDA memasang pukat jaring yang diketahui tempat buaya berkalung ban berjemur di Sungai Palu, Kota Palu, Jumat (7/2). Foto: Kristina Natalia/PaluPoso

Satgas Penanganan Konflik Buaya pada hari kedua, Jumat (7/2), melakukan penyelamatan buaya berkalung ban dengan kembali menyisir Sungai Palu di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pangi BKSDA Sulawesi Tengah, Haruna, mengatakan bahwa pada hari pertama pihaknya masih belum berhasil melakukan penangkapan terhadap buaya berkalung ban sehingga upaya penyelamatan dilanjutkan.

“Kami awali dengan menyisir dan memantau Sungai Palu,” katanya, Jumat (7/2).

Seekor buaya liar berkalung ban bekas berjemur di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (15/1). Foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki

Penyisiran dilakukan mulai pukul 09.00 WITA dengan menggunakan sebuah perahu karet dari muara Sungai Palu hingga di Jembatan II Palu.

Hingga pukul 11.15 WITA, buaya lolos dari pukat sehingga kembali menyulitkan tim satgas melakukan penangkapan.

“Buaya lolos dan kami akan cari lagi buaya dan berupaya untuk memasang pukat,” kata Haruna.

Warga yang menonton aksi penangkapan di tanggul Jembatan II Palu sejak Jumat (7/2) pagi. Foto: Kristina Natalia/PaluPoso

Sementara itu, pantauan PaluPoso di Jembatan II Palu, ratusan warga kembali berkumpul untuk menyaksikan aksi penangkapan buaya berkalung ban.

Jalan I Gusti Ngurai Rai tampak macet karena sebagian pengendara di Jembatan II berhenti untuk menyaksikan aksi penangkapan buaya berkalung ban.

Satgas melakukan penangkapan dengan memasang pukat ikan yang melingkari lokasi tempat buaya berkalung ban tersebut sering muncul.