Konten Media Partner

PGM, Pusat Perbelanjaan yang Pernah Dijarah Mulai Beroperasi

Palu Posoverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana depan Palu Grand Mall (PGM) jalan Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. Foto: PaluPoso/Ikram
zoom-in-whitePerbesar
Suasana depan Palu Grand Mall (PGM) jalan Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. Foto: PaluPoso/Ikram

Palu Grand Mall (PGM), salahsatu pusat perbelanjaan paling parah diterjang tsunami pada 28 September silam. Pusat perbelanjaan kebanggaan warga Kota Palu, Sulawesi Tengah ini yang berjarak sekitar sekitar 500 meter dari bibir pantai Teluk Palu, banyak bagian bangunannya yang rusak.

Tidak hanya bangunan, barang- barang yang ada di dalamnyapun dijarah oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Meski mengalami kerusakan paling parah, aktivitas perekonomian di PGM terlihat mulai bergeliat. Kondisi tersebut cukup berpengaruh terhadap pemulihan perekonomian di Sulawesi Tengah pascabencana.

Sangat bertolak belakang dengan pusat perbelanjaan lainnya yang ada di pusat Kota Palu. Saat yang lain masih ragu memulai aktivitas perekonomiannya, justru PGM mulai beroperasi kembali terhitung sejak Minggu (11/10). Itu ditandai dengan dibukanya gerai Matahari Department Store dan Hypermart atas inisiatif pengusaha Mall Sulawesi Tengah, Karman Karim.

Seiring waktu berjalan, tepatnya lima bulan setelah bencana melanda Kota Palu dan sekitarnya, pengunjung PGM terlihat sudah semakin ramai. Satu persatu gerai mulai beroperasi kembali. Sehingga jumlah pengunjungpun terus meningkat.

Menurut Marketing Communication PGM, Agung ditemui di ruang kerjanya, Jumat (1/3) mengatakan, rata-rata jumlah pengunjung PGM setiap hari kerja sekitar 500 orang dan akhir pekan sebanyak 2000 orang.

"Kita saat ini lagi koordinasi dengan penyewa- penyewa yang belum ada, untuk cepat membuka gerainya," katanya.

Salah satu pengunjung Palu Grand Mall (PGM), saat memilih barang-barang yang tersedia di mall setempat. Foto: PaluPoso/Ikram

Agung mengatakan, ada puluhan gerai di PGM yang sudah berkomitmen membuka gerainya di antaranya, Pinky, Parfum, Gerai Mainan, Fitrione, Sopaholic, S Four, Dum-Dum Thai, Accesories, Mie Rampok, Bakso Solo, Aiciro, Hp & Accessories, Toragila, Hamarinah Butik, Executive, KFC, Gosh, Bellagio dan Funword.

Para pengusaha gerai kata Agung, pasca bencana sebenarnya ingin cepat mengisi kembali gerainya, hanya saja karena kendala barangnya banyak dijarah, jadi mereka agak lambat beroperasi.

"Karena mengurus kembali gerainya yang rusak akibat dijarah," katanya.

Beberapa penyewa sudah memperbaiki dan menata kembali gerainya. Di antaranya, J-Co. Bahkan, Matahari, Hypertmart, KFC, Kopi Kulo dan Yovie Salon sudah beroperasi.

“Saat ini kita terus melakukan perbaikan, insya Allah tidak ada halangan target kita sebelum puasa atau lebaran selesai pembenahan,” ujarnya.

Salahsatu pengunjung, Ani (32) berasal dari Kabupaten Banggai, mengatakan pascatsunami menghantam PGM, ia sudah tiga kali berkunjung ke pusat perbelanjaan ini.

Kunjungan kali ini katanya, ia ingin membelikan buah hatinya baju bergambar Mickey N Mouse.

Sementara Aco mahasiswa asal Parigi Moutong, yang kos di Jalan Tombolotutu, Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, mengaku baru kali ini datang berkunjung ke PGM pasca tsunami.

Meski masih diliputi perasan trauma, ia ingin mengetahui keadaan PGM pasca diterpa tsunami. Hampir semua sudut dan ruangan dijelajahinya untuk sekadar melihat barang- barang yang dipajang dengan harga diskon.

Menurutnya, bila PGM ingin kembali ramai dikunjungi seperti semula, Cinema XXI Palu harus segera beroperasi. Sebab, beroperasinya bioskop tersebut akan menarik minat warga untuk berkunjung, terutama oleh kalangan millenial.

Penulis: Ikram (Kontributor/PaluPoso)

Editor: Abidin (PaluPoso)