Sarung Tenun Donggala Bakal Merambah Pasar Global
·waktu baca 2 menit

Sarung tenun Donggala, Sulawesi Tengah, sudah sejak lama dikenal dengan ciri khas coraknya yang menggambarkan budaya lembah tanah Kaili. Namun di satu sisi, para pengrajin sarung tenun Donggala memiliki keterbatasan akses pasar, apalagi untuk menembus pasar global. Terlebih di saat pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia saat ini.
Melihat kondisi ini, Bukalapak dikabarkan akan membantu pelaku usaha UMKM di Kabupaten Donggala, utamanya UMKM yang bergerak dibidang tenun sarung Donggala.
Bahkan Direktur Bukalapak Hita Supranjaya konon sudah bertemu dengan para penenun di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, salah satu desa penghasil sarung Donggala.
Dihubungi, Rabu (23/2), pengurus Kadin Kabupaten Donggala Bidang Budaya, Jamrin AB membenarkan hal tersebut.
"Iya, benar (direktur Bukalapak) sudah bertemu dengan para penenun sarung Donggala," katanya.
Menurut Jamrin, pertemuan tersebut difasilitasi Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Donggala, Rahmad M Arsyad. Bukalapak akan memasarkan produk UMKM sarung Donggala ke manca negara.
Jamrin menuturkan, kerjasama dengan bukalapak merupakan rangkaian dari program Kadin Smart yang saat ini terus digelorakan di kabupaten tertua di Sulteng ini.
"Kadin Smart adalah program UMKM di Donggala berbasis heritage yang mana produk unggulannya adalah sarung Donggala," ujarnya.
Dikatakannya, selama ini orang bisanya datang membeli sarung Donggala, mereka tidak mendapatkan kesan yang istimewa. Melalui program Kadin Smart, untuk produk UMKM sarung Donggala akan diberikan QR code masing - masing.
"Dalam QR code tersebut akan menceritakan sejarah tentang setiap motif sarung donggala yang dibuat, profile penenun serta waktu produksi sarung tersebut," kata Jamrin. ** (Bang Jalu)
