Terancam Punah, 45 Ekor Anak Burung Maleo di Pinjan, Sulteng, Dilepasliarkan

Puluhan ekor anak burung Maleo yang berada di Desa Pinjan, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, dilepasliarkan. Hal tersebut bertujuan agar satwa unik yang hampir punah ini dapat berkembang biak.
"Dari 120 ekor yang kami rawat, untuk sementara baru 45 ekor yang kami lepasliarkan ke habitat asalnya," kata Babinsa Desa Pinjan Koramil 1305-02/Tolitoli Utara, Pelda Ashar kepada PaluPoso, Kamis (27/8).
Pengembaliannya pun kata Asdar, dengan memilah anak burung Maleo yang sudah layak untuk dilepas, di mana sebelumnya dilakukan penangkaran selama sebulan lamanya.
Tingginya perburuan telur dan burung Maleo di daerah ini yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab semakin marak. Hal tersebut dikarenakan harga jualnya di pasaran yang cukup fantastis. Apalagi burung yang menyukai hawa panas ini, untuk di Kabupaten Tolitoli sendiri, hanya terdapat di sepanjang pesisir pantai Desa Pinjan.
"Inilah bentuk kepedulian kami untuk meminimalisir perburuan dengan cara kami lakukan penangkaran, agar hewan ini tidak punah dan dapat berkembang biak," ujarnya.
Menurut Asdar, burung yang panjang hanya mencapai 55 sentimeter dan memiliki jambul keras di atas kepalanya ini terus dijaga kelestariannya, dan menjadi salah satu destinasi wisata yang berada di ujung utara wilayah Kabupaten Tolitoli.
"Olehnya kami berharap dengan melepasliarkan burung yang sangat dilindungi dengan melibatkan Dinas kehutanan dan Pemerintah Desa setempat, dapat terjaga dengan baik, sehingga ikon Desa Pinjan sebagai satu-satunya pelestari burung Maleo dapat dipertahankan," kata Asdar.
