Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi di Morowali, Sulteng

Warga Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, memiliki tradisi unik dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Seperti pada peringatan Maulid kali ini para pengunjung saling berebutan Bunga Male.
Bunga yang dimaksud di sini adalah bunga buatan tangan, yang dihias seindah mungkin dan penduduk lokal menyebutnya Bunga Male. Bahan-bahannya cukup sederhana, kertas minyak, kertas metalik dan bambu. Namun yang membuatnya menjadi bahan rampasan karena di dalamnya berisi telur, snack, dan uang pecahan Rp 2.000.
Bunga Male menjadi daya tarik sendiri saat peringatan Maulid Nabi berlangsung. Anak-anak dan orangtua akan saling berebutan. Bunga ini biasanya ditancapkan di batang pisang yang ukurannya sudah diubah sesuai ukuran yang diingankan. Selain Bunga Male, warga juga akan berebut aneka makanan yang terdiri nasi pulut, pisang, kue-kue, buah-buahan yang disediakan di nampan.
Menurut Pak Wahid, warga Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Morowali, tradisi tersebut sudah ada sejak dulu dan sudah turun-temurun dilakukan oleh warga setempat. Ia sendiri mengakui sejak kecil sudah sering melihat acara tersebut dan bertahan hingga saat ini.
"Tidak jelas siapa yang membawa tradisi ini, namun ini sudah ada sejak saya kecil," ujar Wahid.
Perayaan Maulid Nabi dilaksanakan pada, Minggu siang (10/11) di Masjid Desa Bente. Dari amatan PaluPoso, sejak pukul 12.00 WITA, warga setempat satu-persatu mulai berdatangan ke masjid. Beberapa dari mereka terlihat membawa nampan berisi makanan dan sebagiannya membawa pohon-pohon yang berisi Bunga Male.
Sebelum acara rebut bunga male, terlebih dahulu warga membacakan barzanji. Pembacaan barzanji ini umumnya dilakukan sebagai buah pengharapan untuk pencapain sesuatu yang lebih baik. Setelah itu baru acara rebut bunga male dilakukan. Agar tertib, deretan bunga male ditaruh di teras masjid agar warga tidak saling rampas bunga male di dalam Masjid. Usai acara tersebut, dilanjutkan dengan ceramah.
Selama acara rebut bunga tersebut, warga terutama anak-anak terlihat antusias. Namun perlu berhati-hati sebab bunga male memiliki tangkai yang tajam, sehingga rentan melukai setiap orang.
Di sisi lain, untuk memeriahkan acara Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Daerah sebelumnya menggelar acara Festival Maulid Nabi, 4-9 November 2019, di Lapangan Sangiang Kinambuka, Kelurahan Marsaoleh, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali.
Pada acara tersebut dilaksanakan beberapa lomba yakni baca Kitab Barzanji, hadra, jepeng, rebana, peragaan busana muslim, pameran produk muslim, dan lomba hias bunga male. Kegiatan tersebut diikuti seluruh kecamatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.
Intan
