Kumparan Logo
Konten Media Partner

18 Perwakilan DIY jadi Bagian Kontingen RI di Asian Games 2026 Jepang

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
10 atlet dan 8 ofisial dari DIY akan menjadi bagian dari kontingen Indonesia dalam Asian Games 2026 di Jepang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
10 atlet dan 8 ofisial dari DIY akan menjadi bagian dari kontingen Indonesia dalam Asian Games 2026 di Jepang. Foto: Dok. Istimewa

Mereka terdiri dari 10 atlet dan delapan pelatih serta tim pendukung dari sejumlah cabang olahraga. Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Sejumlah cabang olahraga akan mulai dipertandingkan lebih awal, termasuk voli indoor yang dijadwalkan mulai 16 September.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI DIY Wesley Heince Parera Tauntu mengatakan 18 perwakilan tersebut akan berangkat ke Jepang secara bertahap. Waktu keberangkatan disesuaikan dengan jadwal pertandingan dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

“Untuk Asian Games Nagoya Jepang 2026 ini, kita, khususnya dari DIY itu mengikutsertakan kurang lebih 18, ada atlet, pelatih, wasit, bahkan mekanik juga ada yang terlibat,” kata Wesley saat ditemui Pandangan Jogja, (Senin, 14/8).

KONI DIY Pantau Empat Lokasi Pelatnas

10 atlet dan 8 ofisial dari DIY akan menjadi bagian dari kontingen Indonesia dalam Asian Games 2026 di Jepang. Foto: Dok. Istimewa

Menjelang keberangkatan ke Jepang, KONI DIY melakukan monitoring terhadap perwakilan DIY yang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Jakarta dan sekitarnya.

Rombongan KONI DIY mendatangi empat lokasi, yakni pelatnas panjat tebing di Bekasi, padepokan voli di Sentul, pelatnas menembak di Lapangan Tembak Senayan, serta pelatnas taekwondo di GOR Popki Cibubur.

Wesley mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi atlet dan tim pendukung sebelum keberangkatan ke Jepang. Dalam kunjungan tersebut, KONI DIY juga menyampaikan dukungan dan pesan dari pengurus kepada para perwakilan DIY.

“Kita memang mengejar sebelum keberangkatan, makanya kita ziarah langsung melihat mereka, memberikan motivasi, semangat, dan spirit,” ujarnya.

Menurut Wesley, para atlet yang ditemui dalam monitoring tersebut berada dalam kondisi fit dan siap bertanding. KONI DIY juga memberikan uang saku kepada atlet, pelatih, maupun ofisial yang terlibat dalam kontingen Indonesia.

10 Atlet DIY Turun di Lima Cabang Olahraga

10 atlet dan 8 ofisial dari DIY akan menjadi bagian dari kontingen Indonesia dalam Asian Games 2026 di Jepang. Foto: Dok. Istimewa

Dari 18 perwakilan DIY, 10 orang merupakan atlet yang akan bertanding di lima cabang olahraga.

Panjat tebing diwakili Sukma Lintang Cahyani. Empat atlet memperkuat tim voli pantai, yakni Imam Ahmad Faizal, Ferza Mulyo Prasetyo, Akbar R. Purnomosidi, dan Fairuz Bayhaqly.

Dua atlet lainnya turun di voli indoor, yakni Fahri Septian dan Namira Maradanti Tegariana. Sementara itu, cabang menembak diwakili Kanurian Alghozi dan Anang Febrian.

Adapun satu atlet lainnya, Kavka Zhafif Putrawitama, menjadi wakil DIY dari cabang taekwondo.

Delapan perwakilan lainnya merupakan pelatih dan tim pendukung. Mereka yakni Fitriyani sebagai pelatih panjat tebing; Koko Prasetyo Darkuncoro dan Ade Candra Rachmawan sebagai pelatih serta asisten pelatih voli pantai; Ivan Budi Aji sebagai strength and conditioning; Andri Hermawan sebagai masseur; Heri Surahno sebagai pelatih atletik jalan cepat; Sanny Harsono sebagai wasit taekwondo; serta Didit Purwanto sebagai mekanik balap sepeda.

Jadwal Pertandingan Berbeda, Keberangkatan Bertahap

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI DIY Wesley Heince Parera Tauntu. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Para perwakilan DIY tidak berangkat ke Jepang dalam waktu yang sama. Wesley mengatakan keberangkatan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan jadwal pertandingan masing-masing cabang olahraga.

“Misal cabang A, misal cabang taekwondo akan bertanding di tanggal 20, biasanya tiga hari, empat hari sebelumnya baru berangkat,” katanya.

Voli indoor dijadwalkan mulai bertanding pada 16 September. Sementara itu, voli pantai berlangsung 20 September hingga 3 Oktober, panjat tebing 29 September hingga 3 Oktober, dan taekwondo 1 hingga 3 Oktober.

Dengan pola tersebut, sebagian perwakilan DIY dijadwalkan mulai bertolak ke Jepang pada 15 September. Perwakilan lainnya menyusul sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

Atlet Asian Games 2026 Masuk Program Puslatda DIY

Keikutsertaan atlet DIY di Asian Games 2026 juga menjadi bagian dari program Pusat Latihan Daerah (Puslatda) DIY untuk persiapan menuju PON 2028.

Program tersebut telah dimulai sejak Desember 2025. Hingga September 2026, KONI DIY menargetkan hampir 200 atlet masuk dalam program Puslatda dengan dukungan sekitar 50 pelatih.

“Atlet-atlet yang akan berangkat pada Asian Games 2026 itu bagian dari Puslatda yang sudah kita laksanakan. Jadi ini atlet-atlet unggulan DIY,” ujarnya.

Wesley mengatakan sebagian atlet tersebut masih berusia muda. Mereka juga telah diproyeksikan oleh pengurus besar cabang olahraga masing-masing untuk mengikuti pembinaan jangka panjang hingga jenjang pra-Olimpiade dan Olimpiade.

KONI DIY Sebut 10 Atlet Punya Potensi Sumbang Medali

KONI DIY menyebut para atlet asal DIY yang masuk kontingen Indonesia memiliki potensi untuk bersaing memperebutkan medali pada Asian Games 2026.

“Kalau dilihat target, semuanya punya potensi untuk bisa menyumbang medali,” katanya.

Wesley mengatakan para atlet akan menghadapi peserta dari negara-negara Asia dalam persaingan Asian Games. Karena itu, KONI DIY meminta para atlet menjaga fokus dan memberikan kemampuan terbaik selama bertanding.

“Kita optimis untuk bisa menyumbangkan yang terbaik untuk DIY dan Indonesia,” ujar Wesley.