kumplus-Crime Story- Gali Yogyakarta

1983, Sebelum Gali Yogya Bertumbangan (2)

2 September 2021 17:48
·
waktu baca 7 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Yogyakarta yang dahulu bukanlah yang sekarang. Bila sekarang ia menjadi idola dan destinasi turis hingga pelajar, dulu ia zona berbahaya—sebuah kota yang nyaris menyerupai Gotham. Kejahatan merajalela. Para preman bahkan tak sungkan merampok di depan polisi.
Seperti apa situasi Yogya pada awal 1980-an? Siapa kelompok bertato yang menguasai kota ini? Bagaimana kekejaman mereka? Apa benar mereka bak yakuza di Jepang dan mafia di Italia?
Pandangan Jogja menelusuri jejak mereka dan menelaah arsip-arsip sejarah berisi sepak terjang mereka. Langganan kumparan+ untuk mengetahui kisah lengkapnya.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanplus
Tiap Senin dan Kamis sepanjang April 1983, mayat-mayat bergelimpangan di tepi jalan Yogya dengan tubuh berlubang-lubang. Mayat siapa itu? Kenapa mereka dibunuh dan dibuang terang-terangan di jalan? Siapa pembunuhnya? Klik rangkaian kisahnya di bawah.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten