BMKG: DIY Berstatus Awas Kekeringan, 60 Hari Lebih Tak Hujan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan peringatan dini kekeringan periode dasarian I September 2026. Seluruh wilayah DIY berstatus Awas.
Status ini dikeluarkan karena sudah lebih dari 60 hari tak ada hujan di DIY. Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) DIY, Mamenun, juga mengatakan status tersebut juga mempertimbangkan prakiraan probabilitas curah hujan dasarian yang rendah.
"Untuk peringatan dini kekeringan status Awas memiliki kriteria jumlah Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari dan Prakiraan probabilitas curah hujan dasarian kurang dari 20 mm/ dasarian dengan peluang diatas 70 persen," kata Mamenun dihubungi Pandangan Jogja, Selasa (1/9).
Menurut Mamenun, kondisi kekeringan tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pertanian. Kekurangan pasokan air dapat mengganggu kebutuhan air tanaman dan apabila berlangsung dalam waktu lama tanpa langkah antisipasi, berisiko menyebabkan gagal panen.
Selain sektor pertanian, kekeringan juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kondisi kering yang berlangsung berkepanjangan juga dapat menekan ketersediaan air bersih yang dibutuhkan masyarakat.
"Kondisi ini dapat menimbulkan kekeringan yang berdampak pada berkurangnya pasokan air untuk pertanian dan bila berlangsung terus menerus tanpa langkah antisipasi, dapat mengakibatkan gagal panen,” kata Mamenun.
"Selain itu, juga dapat berdampak pada meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan akibat kekeringan, serta dapat mengakibatkan menurunnya ketersediaan air bersih untuk masyarakat,” tambahnya.
BMKG juga memprediksi bahwa akhir musim kemarau 2026 di DIY akan terjadi pada dasarian I dan II November 2026.
