Kumparan Logo
Konten Media Partner

Cerita Matsuri Kinasih, Atlet Ice Skating DIY Bawa Pulang Lima Medali dari India

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Matsuri Kinasih, atlet ice skating asal DIY. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Iman AD
zoom-in-whitePerbesar
Matsuri Kinasih, atlet ice skating asal DIY. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Iman AD

Matsuri Kinasih berangkat ke India dengan harapan sederhana: pulang membawa setidaknya satu medali. Namun, kenyataannya jauh lebih manis dari yang ia bayangkan. Remaja 14 tahun asal Yogyakarta itu kembali dengan lima medali dari berbagai nomor yang diikutinya—dua perak, dua perunggu, dan puncaknya, satu emas.

Lima medali tersebut diraih Matsuri dalam Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2026 di Dehradun, India, 17–20 Agustus. Kompetisi short track speed skating tingkat Asia yang bersifat terbuka dan mendapat pengakuan International Skating Union (ISU) itu diikuti lebih dari 270 atlet dari 14 negara.

Indonesia mengirim sekitar 15 atlet dan membawa pulang 10 medali, terdiri atas tiga emas, tiga perak, dan empat perunggu. Matsuri menyumbang separuh dari perolehan tersebut.

Capaian itu menjadi catatan penting bagi ice skating DIY. Sebab, cabang olahraga ini baru resmi masuk dalam pembinaan KONI DIY pada 2026. Matsuri menjadi salah satu atlet yang lebih dulu menunjukkan potensi cabang tersebut di panggung internasional.

Emas di Momentum Hari Kemerdekaan

Matsuri Risty membawa bendera Indonesia usai keluar sebagai juara di Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2026 di Dehradun, India. Foto: Dok. Istimewa

Emas menjadi capaian yang paling ingin diraih Matsuri. Bukan semata karena podium tertinggi, tetapi karena ia ingin merasakan Indonesia Raya berkumandang untuknya.

Keinginan itu terwujud pada 18 Agustus, sehari setelah Indonesia merayakan HUT ke-81 kemerdekaan. Matsuri memenangi nomor Junior C Girls 500 meter dan berdiri di podium tertinggi.

“Dari awal udah kayak, wah, bismillah bisa dapat lah (medali emas), bawa nama Indonesia gitu,” kata Matsuri saat ditemui Pandangan Jogja, Selasa (25/8).

Matsuri mengatakan dirinya memang ingin mendapatkan emas agar dapat naik podium dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Mau menyanyikan lagu Indonesia Raya di lombanya kemarin kan kalau dapat medali emas nanti naik podium terus bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama,” ujarnya.

Saat Indonesia Raya berkumandang, Matsuri mengaku sangat bahagia. Hingga tak dapat dituturkan lewat kata-kata.

“Senang, senang banget banget banget. Bisa dibilang terharu, tapi enggak kalau nangis juga enggak juga, cuma sangat bahagia,” katanya.

Sang Ibu Sempat Ragu

Matsuri Risty saat bertanding di Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2026 di Dehradun, India. Foto: Dok. Istimewa

Hasil di India ternyata berada di luar perkiraan awal Risty, ibu Matsuri. Sebelum keberangkatan, ia sempat ragu karena frekuensi latihan Matsuri di atas es masih terbatas.

“Saya sebenarnya agak ragu awalnya pergi ke India karena frekuensi latihan ice yang kurang,” ujar Risty.

Keluarga kemudian mengatur persiapan bersama pelatih, ayah Matsuri, dan Matsuri sendiri.

Untuk nomor 1.000 meter, Risty mengatakan dirinya sudah cukup senang jika Matsuri bisa masuk final. Target itu kemudian terlampaui ketika Matsuri meraih perak.

Setelah itu, Matsuri meraih emas pada nomor 500 meter.

“Bisa menjadi juara dan emas itu sangat senang sekali, sangat bersyukur dan berterima kasih pada semua,” kata Risty.

Momen Indonesia Raya turut menjadi bagian yang membekas bagi Risty. Ia mengatakan lagu negara peserta lain sebelumnya sudah berkumandang di podium.

“Saya harapnya semoga Indonesia Raya bisa dinyanyikan di tengah ini, karena itu di rink internasional,” ujarnya.

Persiapan dari Thailand hingga India

Perjalanan menuju kompetisi dilakukan melalui sejumlah tahapan. Sebelum berangkat ke India, Matsuri mengikuti training camp selama satu minggu di Thailand bersama tim Thailand dan Amerika Serikat untuk latihan teknik.

Setelah itu, ia kembali ke Indonesia untuk sekolah sebelum melanjutkan perjalanan ke India. Setibanya di Dehradun, Matsuri menjalani latihan selama dua hari untuk membiasakan diri dengan kondisi es dan kecepatan sebelum pertandingan.

Matsuri memang menargetkan juara, tetapi ia juga mengejar personal best dalam setiap race.

Di kompetisi tersebut, ia turun pada nomor 500 meter, 777 meter, dan 1.000 meter serta mengikuti mixed relay.

Tetap jadi Pelajar di Luar Arena Es

Matsuri Kinasih bersama sang ibu, Risty. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Iman AD

Di luar lintasan, Matsuri tetap menjalani pendidikan. Ia kini berusia 14 tahun dan duduk di kelas 9 SMP Negeri 5 Yogyakarta, setelah sebelumnya bersekolah di Sekolah Tumbuh.

Ia harus membagi waktu antara sekolah, latihan, istirahat, dan kegiatan lain. Ketika harus latihan atau bertanding, materi sekolah dikejar secara mandiri maupun melalui les online.

Matsuri juga mengurangi penggunaan gadget dan aktivitas hobi lainnya agar waktunya tetap terbagi dengan baik.

“Ngurangin gadget, ngurangin kayak aktivitas hobi-hobi lainnya,” kata Matsuri.

Ia mulai mengenal ice skating pada 2022 ketika berusia sekitar 10 tahun. Sebelumnya, Matsuri sudah menekuni sepatu roda sejak 2020.

Bagi Risty, mendampingi Matsuri sebagai atlet tidak berhenti pada pertandingan. Keluarga juga memperhatikan pola makan dan gaya hidup anaknya.

Makanan Matsuri diupayakan berupa makanan alami seperti telur, ikan, dan sayuran. Menurut Risty, hal tersebut penting agar Matsuri tidak mudah lelah dan cedera sehingga bisa menjalani latihan maupun perlombaan secara maksimal.

Namun, Risty juga ingin Matsuri memahami bahwa perjalanan atlet tidak hanya tentang kemenangan.

“Tidak hanya kemenangan tapi gagal. Terus belajar lagi. Bangun, tumbuh lagi,” ujarnya.

Karena itu, kemenangan di India tidak boleh membuat Matsuri cepat puas.

“Sekarang menang, jadi penantang harus ada tantangan lagi,” kata Risty.

FISI DIY Melihat Potensi Matsuri

Matsuri Kinasih bersama Ketua FISI DIY, Setyaji Hermawan. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Iman AD

Ketua FISI DIY, Setyaji Hermawan, menilai capaian Matsuri menjadi sesuatu yang membanggakan bagi DIY. Ia mengatakan sejak awal yakin Matsuri dan Haris, dua atlet DIY yang dikirim ke India, mampu memberikan hasil terbaik untuk Indonesia.

“Saya sudah merasa yakin dua atlet kita yang dikirim yaitu Haris dan Matsuri pasti memberikan hasil yang terbaik buat Indonesia,” ujar Setyaji.

Setyaji bahkan melihat Matsuri berpeluang berkembang hingga level juara dunia.

“Calon juara dunia menurut saya dan keyakinan saya dia pasti bisa. Umurnya masih muda, semangatnya juga hebat dan sudah terbukti,” katanya.

Bagi FISI DIY, capaian Matsuri juga menjadi momentum untuk mendorong pembinaan cabang olahraga yang baru masuk KONI DIY tersebut.

Matsuri sendiri sudah membidik target berikutnya, yakni Junior World Cup ketika telah memenuhi batas usia. Dalam jangka panjang, ia ingin mencapai Winter Olympics.