Kumparan Logo
Konten Media Partner

DIY Kirim 12 Atlet ke PESONAS 2026 Kupang, Targetkan Lima Besar

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) DIY. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma
zoom-in-whitePerbesar
Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) DIY. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) DIY akan mengirim 12 atlet untuk berlaga dalam Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 14–18 Oktober. DIY menargetkan mampu mempertahankan capaian lima besar seperti pada PESONAS sebelumnya di Semarang.

PESONAS merupakan ajang olahraga nasional bagi atlet tunagrahita. Tahun ini, sebanyak 1.128 atlet dari 25 provinsi akan ambil bagian dalam ajang empat tahunan tersebut.

Ketua SOIna DIY, Danang Maharsa, mengatakan kontingen DIY terdiri dari 12 atlet serta delapan pelatih dan ofisial.

“Atlet-atlet Jogja ini sangat diperhitungkan ya dengan provinsi yang lain, karena banyak atlet kita juga yang hari ini juga bertanding di tingkat nasional,” kata Danang usai audiensi SOIna DIY dengan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X di di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (9/10).

Menurut Danang, DIY menargetkan setidaknya mampu mempertahankan capaian pada PESONAS 2022. Sejumlah atlet SOIna DIY juga rutin mengikuti kejuaraan tingkat nasional.

Salah satunya dari cabang bocce, yang saat ini memiliki dua atlet bertanding di Bogor dan seorang di antaranya berhasil masuk final.

“Ya minimal bisa mempertahankan posisi 4 tahun lalu, yang di Semarang ya, masuk 3 besar atau 5 besar,” ujarnya.

Ajang Atlet Tunagrahita Unjuk Bakat

Ketua SOIna DIY, Danang Maharsa. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Bagi Danang, keikutsertaan dalam PESONAS tidak hanya berbicara soal posisi akhir maupun medali. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi atlet tunagrahita untuk menunjukkan bakat sekaligus membangun kepercayaan terhadap kemampuan diri mereka.

“Kalau kita lihat anak-anak ini, ini kan momen untuk beliau-beliau anak-anak yang khusus ini untuk menunjukkan bakat dirinya agar dia merasa bisa seperti kita. Itu yang paling sulit gitu,” kata Danang.

Selain keberangkatan kontingen tahun ini, Danang menyebut terdapat pembicaraan awal dengan SOIna Pusat mengenai kemungkinan DIY menjadi tuan rumah penyelenggaraan PESONAS berikutnya empat tahun mendatang. Namun, rencana tersebut belum dapat dipastikan.

“4 tahun ke depan ini kan mungkin dari beberapa perbincangan kita dengan SOIna Pusat ini mau menjadi tuan rumah penyelenggaraan selanjutnya. Ya kita seperti arahan Pak Wakil Gubernur tadi kita siapkan,” katanya.

Menurut Danang, DIY memiliki venue dan infrastruktur pendukung yang memungkinkan untuk menggelar ajang tersebut. Jika nantinya mendapat penugasan, SOIna DIY akan berkoordinasi dengan Dikpora DIY dan NPC DIY.

Bertanding di Empat Cabor

Pelatih bocce kontingen SOIna DIY, Ellan. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Pelatih bocce kontingen SOIna DIY, Ellan, mengatakan 12 atlet DIY akan turun pada empat cabang olahraga, yakni tenis meja, atletik, bulu tangkis, dan bocce. Kontingen dijadwalkan berangkat menuju Kupang pada Selasa (13/10).

“Untuk persiapan insyaallah hampir 100 persen kita sudah siap nggih. Untuk keberangkatan kita sudah siap, untuk keberangkatan besok di hari Selasa. Cuma untuk jamnya kita juga belum tahu nggih, yang jelas kita DIY siap untuk bertanding,” kata Elan.

Elan mengatakan pendampingan atlet juga membutuhkan perhatian lebih. Pelatih harus memahami karakter masing-masing atlet dan memberikan pengawasan lebih intensif selama berada di Kupang.

“Yang jelas memang kita lebih telaten aja sih Mas kalau mereka. Jadi kan memang beberapa anak itu ada yang suka sembunyi, jadi memang kadang suka lari, nah itu memang kita harus memberikan pengawasan lebih sih, agar mereka nanti di sana juga tidak lari-lari sendiri,” ujarnya.

Dari sisi prestasi, Elan berharap kontingen DIY setidaknya mampu menyamai capaian PESONAS 2022, sekaligus berusaha mendapatkan hasil yang lebih baik.

“Ya yang jelas kita tetap berusaha minimal mempertahankan,” pungkasnya.