Kumparan Logo
Konten Media Partner

Eko Suwanto Dorong Ekosistem Digital DIY Buka Peluang Kerja dan Usaha Anak Muda

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto. Foto: Dok. Istimewa

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto, mendorong Pemda DIY membangun ekosistem digital untuk membuka lapangan kerja dan peluang usaha bagi anak muda.

Dukungan tersebut, menurutnya, perlu mencakup penguatan sumber daya manusia hingga integrasi layanan publik.

“Ekosistem digital ini penting untuk didedikasikan bagi kaum muda, Gen Z untuk proses belajar mengajar selain menciptakan lapangan kerja dan membangun kesempatan bagi usaha baru bagi kaum muda”, ujar Eko dalam rilis tertulis, Senin (2/11/2026).

Eko menyebut empat hal yang perlu dikerjakan Pemda DIY, yakni penguatan literasi digital, penataan infrastruktur yang aman, pemerataan sarana dan prasarana TIK, serta pengelolaan data mikro warga yang terintegrasi.

Keamanan infrastruktur itu, menurutnya, diperlukan untuk melindungi data pribadi serta menghadapi ancaman kejahatan siber dan penipuan.

“Kita dorong Pemda DIY serius membangun ekosistem digital yang didukung Sumber Daya Manusia (SDM) handal demi mengoptimalkan ragam pelayanan publik. Harapan ke depan, dengan ekosistem digital yang terintegrasi bisa tumbuhkan perekonomian rakyat lebih baik,” kata Eko.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto (kanan). Foto: Dok. istimewa

Dalam pengelolaan data, ia meminta pemerintah memiliki informasi yang akurat dan terperinci, mulai dari batas wilayah, luas lahan pertanian pangan berkelanjutan, hingga zona potensi bahaya bencana. Data tersebut diharapkan menjadi dasar perencanaan pembangunan DIY.

Eko juga meminta penyederhanaan dan integrasi aplikasi pelayanan publik agar tidak tumpang tindih. Ia mencontohkan jaringan CCTV milik kementerian dan pemerintah daerah yang, menurutnya, perlu diintegrasikan untuk mendukung pelayanan masyarakat.

Ada enam sektor yang ia harapkan mendapat manfaat dari pembangunan ekosistem digital, yakni pendidikan, pelayanan publik, perekonomian, keamanan dan kenyamanan daerah, kebencanaan, serta riset dan perguruan tinggi.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto. Foto: Istimewa

Pada sektor pendidikan, pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung proses belajar formal maupun informal.

Untuk perekonomian, Eko mencontohkan optimalisasi platform SiBakul dengan dukungan subsidi ongkos kirim dari Pemda DIY guna membantu pelaku usaha dan membuka lapangan kerja. Sementara pada pelayanan publik, ia mengangkat contoh layanan penerbitan akta kelahiran dan kematian di Kota Yogyakarta yang dinilainya membantu mempercepat pengurusan administrasi.

Pada sektor keamanan, ia mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung pemantauan wilayah dan ketertiban umum, termasuk di kawasan wisata. Adapun dalam kebencanaan, ia mengusulkan integrasi sistem peringatan dini dari kawasan Merapi hingga pesisir selatan untuk memperkuat kesiapsiagaan.

Eko turut mendorong agar ekosistem digital mendukung penelitian di perguruan tinggi. Ia berharap pemanfaatan teknologi di berbagai sektor tersebut dapat membantu mengatasi pengangguran, mengurangi ketimpangan, dan menumbuhkan perekonomian masyarakat.