Ganjar Minta Kader PDIP Yogya Tunjukkan Politik yang Menjawab Persoalan Gen-Z

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo meminta partainya mendengarkan aspirasi dan kecemasan generasi Z. Menurutnya, anak muda perlu dilibatkan dalam pembahasan kebijakan agar memahami bagaimana politik dapat menjawab persoalan mereka.
Hal itu disampaikan Ganjar saat mengisi Kaderisasi Tingkat Pratama DPC PDIP Kota Yogyakarta di Kaliurang, Sleman, Jumat (23/10) malam. Kegiatan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 tersebut diikuti 64 kader.
Ganjar mengatakan partai politik memiliki tanggung jawab memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, termasuk anak muda. Karena itu, partai perlu membuka ruang dialog, mendengarkan keluhan mereka, serta menjelaskan fungsi partai dalam memperjuangkan kepentingan publik.
“Rekrutmen kader itu sendiri adalah untuk menciptakan kader kepemimpinan, bisa mengabdi sebagai legislatif, eksekutif, kepala daerah, bahkan jadi kades. Merekalah yang bisa mendengarkan dan memenuhi keinginan rakyat,” kata Ganjar.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPC PDIP Kota Yogyakarta Eko Suwanto menyebut jumlah Gen-Z di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 69 ribu orang. Ganjar menilai kondisi itu perlu direspons dengan pendekatan pendidikan politik yang sesuai dengan keseharian anak muda.
Ia mencontohkan perbedaan antara membantu seorang anak yang tidak bisa bersekolah secara pribadi dan memperjuangkan anggaran pendidikan melalui legislatif maupun eksekutif. Melalui kebijakan, bantuan dapat menjangkau lebih banyak orang.
“Gen-Z perlu diajak diskusi tentang perspektif anggaran misalnya,” ujarnya.
Ganjar juga mengapresiasi sikap kritis anak muda terhadap persoalan lingkungan, mulai dari sampah sampai kebakaran hutan. Menurutnya, kepedulian tersebut perlu diikuti ruang bagi mereka untuk terlibat dalam pembahasan solusi.
Di tengah perkembangan teknologi, ia mengingatkan pentingnya pendidikan yang menjaga nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
“Mereka ini setiap hari pegang gadget, bergulat dengan AI, tapi harus selalu diingatkan tentang kesantunan, adab, budi pekerti, agar nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan tidak hilang. Di sinilah peran partai politik untuk mendidik dan melatih mereka,” kata Ganjar.
Ia turut mengajak kader muda mencontoh kebiasaan Bung Karno membaca dan berdiskusi dengan rujukan ilmu pengetahuan. Pemikiran tersebut, menurutnya, perlu diterjemahkan sesuai kondisi masa kini.
“Ketika kita sudah berada di jabatan politik, maka harus membela dan membantu yang lemah,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP DIY Ian Kurnia mengatakan kaderisasi tingkat Pratama akan dilanjutkan di Sleman, Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo setelah pelaksanaan di Kota Yogyakarta.
Eko Suwanto menjelaskan pemilihan Kaliurang sebagai lokasi kaderisasi berkaitan dengan sejarah pidato Bung Karno dalam Konferensi Besar GMNI pada 17 Februari 1959. Pesan kesetiaan kepada kaum Marhaen menjadi pengingat bagi kader untuk memperjuangkan hak-hak rakyat.
“Ini sekaligus menghikmati sejarah Bung Karno, sejarah Ibu Megawati dan komitmen PDI Perjuangan berjuang untuk hak-hak rakyat,” kata Eko.
