Habiskan Rp2 Miliar, 19 Ruang Kelas UMY Kini Dilengkapi Teknologi Digital

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengalokasikan anggaran lebih dari Rp2 miliar untuk merenovasi 19 ruang kelas. Biaya renovasi setiap kelas berkisar Rp100 juta hingga Rp200 juta, tergantung kebutuhan dan fasilitas yang dipasang.
Pengerjaan dilakukan selama dua bulan masa libur perkuliahan. Dalam periode tersebut, UMY memperbarui sejumlah ruang yang masih menggunakan desain dan fasilitas lama. Sebagian kelas disebut belum mengalami pembaruan dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir.
Sekretaris UMY, Bachtiar Dwi Kurniawan, mengatakan pembenahan tidak hanya dilakukan pada tampilan ruangan. Sejumlah sarana belajar dan perangkat yang digunakan dosen untuk menyampaikan materi juga diganti.
"Ini salah satu ruang kelas yang kami renov, sudah lebih nyaman lagi dalam belajarnya. Ini dosen menjelaskannya sudah pakai TV, pakai kombinasi whiteboard yang lebih proper," kata Bachtiar.
Di dalam kelas, perubahan dilakukan pada meja, kursi, papan tulis, hingga perangkat digital. Tata letak dan pencahayaan juga ditata kembali untuk menyesuaikan fungsi ruang sebagai tempat perkuliahan.
Pembenahan berlanjut hingga area koridor. Ruang penghubung antarkelas tersebut kini memiliki tampilan baru melalui penggunaan material bercorak marmer pada dinding dan lampu dekoratif dengan pencahayaan hangat.
Sejumlah kelas juga telah menggunakan smart board. Perangkat tersebut memungkinkan kegiatan belajar terhubung secara daring, termasuk ketika perkuliahan membutuhkan konferensi virtual atau melibatkan mahasiswa dari jarak jauh.
"Ini nanti bisa digitalize, itu bisa Zoom, bisa terkoneksi bagi Mas Mbak yang tidak masuk atau kita ada mini conference," ujar Bachtiar.
Seluruh pekerjaan dilakukan ketika mahasiswa menjalani libur perkuliahan sekitar dua bulan. Kondisi itu membuat mahasiswa baru mengetahui perubahan ruang belajar setelah kembali ke kampus.
Menurut Bachtiar, sejumlah kelas yang mereka tinggalkan sebelumnya masih menggunakan konsep dan fasilitas yang telah digunakan selama bertahun-tahun.
"Mereka meninggalkan UMY itu ruangannya masih old style, ruangan model 5–10 tahun yang lalu. Nah, ketika libur mereka pulang, mereka masuk kok langsung berubah ruang kelasnya," katanya.
Perubahan ruang kelas turut dirasakan mahasiswa setelah kembali mengikuti perkuliahan. Saat berbincang dengan Sekretaris UMY, Bachtiar Dwi Kurniawan, salah satu mahasiswa menggambarkan tampilan kelas yang baru seperti hotel bintang lima.
Mahasiswa lainnya dalam perbincangan tersebut menyoroti perubahan fasilitas di dalam kelas. Papan tulis yang sebelumnya mulai rusak kini telah diganti, sementara kondisi ruang kelas dinilai lebih baik dibandingkan sebelum renovasi.
Renovasi 19 ruang tersebut menjadi bagian dari pembaruan fasilitas perkuliahan UMY. Bachtiar berharap fasilitas yang telah diperbarui dapat membuat mahasiswa lebih nyaman selama mengikuti kegiatan belajar.
"Kami ingin menghadirkan yang terbaik untuk mahasiswa. Dengan fasilitas yang baik ini, mahasiswa harapannya semakin semangat untuk belajarnya, semakin nyaman, ilmunya semakin masuk, dan semakin betah kuliah," ujarnya.
