HUT ke-270 Yogyakarta jadi Strategi Dongkrak Kunjungan dan Ekonomi

Pemerintah Kota Yogyakarta menjadikan momentum HUT ke-270 Kota Yogyakarta sebagai strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi kota. Tahun ini, perayaan diperpanjang menjadi rangkaian selama September hingga Oktober dengan 36 event yang tersebar sebelum hingga puncak perayaan.
Sebanyak 36 event tersebut terdiri atas tujuh event unggulan, 20 event pendukung, dan sembilan kegiatan road to HUT Kota Yogyakarta. Pola ini berbeda dari tahun sebelumnya yang lebih terkonsentrasi pada Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) sebagai puncak perayaan.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan penyebaran kegiatan selama sebulan dilakukan agar wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk datang dan tinggal lebih lama di Yogyakarta.
"Kenapa kita itu membuat tujuh event unggulan, pendukung dan road to karena kita itu ingin memperbanyak pengunjung di Yogya. Itu sebetulnya kita ingin supaya length of stay orang yang ke Yogya lebih panjang. Maka kemudian kita coba event-nya tidak hanya hari, tapi bulan," ujarnya saat jumpa pers HUT ke-270 Kota Yogyakarta, Senin (7/9)
Strategi tersebut tidak hanya mengandalkan penyelenggaraan acara. Pemkot Yogyakarta juga menggandeng sektor usaha dan transportasi untuk memberikan berbagai program selama periode HUT, sehingga aktivitas ekonomi dapat mengikuti pergerakan wisatawan.
Salah satunya melalui Yk Festisale yang melibatkan sektor perdagangan, UMKM, ritel, dan hotel. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta juga memberikan dukungan melalui KAI Mini Fair pada 21–22 September berupa diskon tiket kereta api tujuan Yogyakarta serta pertunjukan seni di sekitar Stasiun Tugu.
Manager Angkutan Penumpang PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Anan Hadriyanta, mengatakan KAI turut menghubungkan perjalanan wisatawan dengan aktivitas seni dan wisata di kawasan stasiun.
"Kita kolaborasi-kolaborasi juga dengan Purawisata untuk pertunjukan Ramayana timur Stasiun Tugu Yogya," ujarnya.
Dari sektor ritel, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) DIY juga memberikan dukungan melalui diskon untuk sejumlah produk selama rangkaian HUT berlangsung.
Ketua Umum APRINDO DIY, Aditya Suryadinata, mengatakan program tersebut tidak berlaku untuk seluruh produk di setiap toko.
"Yang pasti tidak semua (produk) di satu toko diskon. Tapi ada beberapa produk yang pasti kami support untuk ulang tahun Kota Jogja dalam waktu satu bulan," katanya.
Puncak perayaan tetap berlangsung melalui WJNC pada 7 Oktober 2026. Namun, rute karnaval tahun ini diperpanjang dari kawasan teteg rel Malioboro hingga Titik Nol Kilometer.
Perubahan rute tersebut mempertimbangkan kepadatan penonton pada penyelenggaraan sebelumnya yang mencapai lebih dari 40.000 orang di kawasan Tugu Yogyakarta.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengatakan durasi perayaan menjadi pembeda utama HUT tahun ini.
"Kalau tahun lalu kita fokus hanya ke acara WJNC tanggal tujuh dengan acara pendukungnya tanggal satu sampai tujuh Oktober. Kalau tahun ini kita ingin yang membedakan adalah kita bikin selama satu bulan penuh akan ada kegiatan pendukung dan road to HUT Kota Yogya," katanya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Yogyakarta, Kadri Renggono, mengatakan strategi tersebut dibangun melalui kolaborasi pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, dan komunitas.
"Tujuh event unggulan mencerminkan Pentahelix dari ekosistem ekonomi kreatif. Ada pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi dan komunitas. Ini yang kita perlihatkan, karena semuanya harus berjalan bersama-sama," katanya.
Melalui pola tersebut, Pemkot Yogyakarta berharap perayaan HUT tidak hanya menghasilkan keramaian pada hari puncak, tetapi juga meningkatkan kunjungan dan memperpanjang aktivitas wisata serta ekonomi selama satu bulan.
