Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kunto Aji Menembang Macapat di Tempat Kelahirannya pada Pembukaan FKY 2026

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kunto Aji, saat membawakan tembang macapat di pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026, Minggu (13/9). Foto: Dok. Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Kunto Aji, saat membawakan tembang macapat di pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026, Minggu (13/9). Foto: Dok. Istimewa.

Musisi asal Sleman, Kunto Aji kembali ke daerah asalnya untuk membawakan tembang macapat dalam pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 di Lapangan Beran, Sleman, Minggu (13/9).

Macapat merupakan puisi tradisional Jawa yang dinyanyikan dengan aturan tertentu. Pemilihan macapat dalam pembukaan FKY 2026 juga berkaitan dengan tema “Bahasa” bertajuk “AKSARA”. Tema tersebut diterjemahkan dalam seremoni pembukaan melalui berbagai bentuk bahasa dan ekspresi budaya.

Laporan panitia yang biasanya disampaikan melalui pidato diubah menjadi tembang macapat yang dibawakan Kunto Aji. Sementara sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X diwujudkan melalui pembacaan geguritan.

Kunto Aji, saat membawakan tembang macapat di pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026, Rabu (13/9). Foto: Dok. Istimewa.

Bagi Kunto Aji, penampilan tersebut juga menjadi pengalaman baru. Ia untuk pertama kalinya membawakan tembang macapat dan melakukannya secara langsung di hadapan Sri Sultan.

“Kalau saya sebagai seniman ya ndredegnya, groginya tuh ada banget. Tapi yang jelas kan sudah saya latih dari kemarin, cukup lama. Saya dibantu sama Mas Paksih untuk bisa mendeliver apa yang diperlukan,” ujar Kunto Aji.

Rasa gugup itu semakin terasa setelah lagu Indonesia Raya selesai dikumandangkan. Kunto kemudian berbalik dan berhadapan langsung dengan Sri Sultan sebelum membawakan macapat.

“Terutama momen-momen ketika habis lagu Indonesia Raya terus balik badan, langsung lihat Ngarsodalem, langsung bawain, langsung bacakan macapat tuh ya deg-degan banget. Tapi ya alhamdulillah sih bisa terlewati dengan baik dan wah, campur aduk lah rasanya,” kata dia.

Pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026, Rabu (13/9), di Lapangan Beran, Sleman. Foto: Dok. Istimewa.

Macapat yang dibawakan Kunto berisi laporan mengenai penyelenggaraan FKY sekaligus permohonan restu dan doa agar rangkaian festival berjalan lancar.

Penampilannya menjadi bagian dari pertunjukan kolosal “Tubuhku Aksaraku” garapan Pulung Dance Studio. Tembang yang dibawakan Kunto kemudian direspons melalui gerakan oleh hampir 600 penari dari lima kabupaten/kota di DIY.

Para penari berasal dari Praba Sambada Kabupaten Sleman, Komunitas Cantrik Kabupaten Kulon Progo, Paguyuban Seniman Tari Bantul Kabupaten Bantul, Forseta Handayani Kabupaten Gunungkidul, serta YK Reborn Kota Yogyakarta. Konsep pembukaan tahun ini berbeda dari penyelenggaraan FKY sebelumnya yang menggunakan pawai di sejumlah tempat. Pada FKY 2026, pertunjukan kolosal dari lima wilayah DIY dipusatkan di satu lokasi.

600 penari dari lima kabupaten/kota di DIY menari dalam pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026, Rabu (13/9), di Lapangan Beran, Sleman. Foto: Dok. Istimewa.

Setelah macapat dan pertunjukan tari, Sri Sultan membuka FKY 2026 dengan membacakan geguritan berjudul “Kena Ngapa Yogya?”. Geguritan merupakan puisi yang ditulis dalam bahasa Jawa.

Selain terlibat dalam seremoni pembukaan, Kunto Aji juga tampil bersama Orkes Keroncong Aksara. Rangkaian pembukaan turut menghadirkan Smarai, Palang Pintu dari Jakarta, dan Yogyakarta Royal Choir.

FKY 2026 berlangsung di Lapangan Beran, Sleman, pada 13–19 September 2026. Tema “Bahasa” menjadi bagian keempat dari rangkaian pentalogi FKY setelah Pangan pada 2023, Benda pada 2024, dan Adat Istiadat pada 2025. Rangkaian tersebut akan dilanjutkan dengan tema Ritual pada 2027.