Kumparan Logo
Konten Media Partner

Mahasiswa UGM Bangun Bisnis Dimsum dari Rumah, Kini Punya Empat Outlet di Jogja

Pandangan Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembukaan outlet keempat House of Ninoms, Sabtu (1/8) di Jalan Wiratama, Tegalrejo. Foto: Pandangan Jogja/Danang BK
zoom-in-whitePerbesar
Pembukaan outlet keempat House of Ninoms, Sabtu (1/8) di Jalan Wiratama, Tegalrejo. Foto: Pandangan Jogja/Danang BK

Di usia 20 tahun, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Winesqi Nibras yang akrab disapa Ibas, berhasil mengembangkan bisnis kuliner dimsum mentai bernama House of Ninoms dari usaha rumahan menjadi empat outlet di Yogyakarta.

Sebelum dikenal dengan nama House of Ninoms, bisnis yang dirintis Ibas tersebut bernama Ninoms. Usaha itu dimulai ketika ia masih duduk di bangku sekolah bersama sang kakak dengan tujuan mengumpulkan biaya untuk memberangkatkan ibu mereka menunaikan ibadah umrah.

"Kita pengen memberangkatkan Ibu umroh. Jadi waktu puasa itu (jualan) pakai meja kecil aja yang ada di depan rumah. Jadi aku pakai dua meja kecil, aku print banner, terus kayak kompornya cuma satu tungku kompor yang bisa buat camping gitu. Terus aku jual, terus aku torch. Udah gitu aja," kata Nibras.

Dimsum Mentai, salah satu menu signature House of Ninoms. Foto: Pandangan Jogja/Danang BK.

Setelah melalui proses pengembangan bisnis, Ninoms kemudian bertransformasi menjadi House of Ninoms dengan konsep Japanese-Indonesian Fusion yang tidak hanya menghadirkan dimsum mentai, tetapi juga berbagai menu lain. Konsep tersebut hadir melalui outlet keempat yang resmi dibuka pada Sabtu (1/8) di Jalan Wiratama, Tegalrejo, sekitar 100 meter di selatan Museum Diponegoro.

Salah satu menu yang menjadi bagian dari pengembangan House of Ninoms adalah Ninoms Signature Kabayaki Nikudon. Menu tersebut berupa nasi dengan daging sapi yang telah dipanggang, kemudian kembali diberi sentuhan api atau torch, serta dilengkapi telur onsen.

"Menu utamanya yang kita tonjolkan yaitu Ninoms Signature Kabayaki Nikudon. Isinya memang daging sapi yang sudah kita panggang lalu kita torch lagi, jadi rasa smokey-nya keluar. Ada telur onsen di dalamnya," ujarnya.

Muhammad Winesqi Nibras, pendiri House of Ninoms. Foto: Pandangan Jogja/Kumparan

Seiring berkembangnya usaha, House of Ninoms juga mengalami perubahan dari sisi operasional. Bisnis yang awalnya dijalankan berdua bersama sang kakak tersebut kini melibatkan puluhan karyawan untuk mendukung aktivitas bisnis di empat outlet yang tersebar di Yogyakarta.

Bagi Ibas, perkembangan tersebut menjadi perjalanan yang tidak pernah ia bayangkan ketika pertama kali memulai usaha dari depan rumah. Menurutnya, pertumbuhan Ninoms tidak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah outlet, tetapi juga dari kepercayaan pelanggan terhadap produk yang mereka kembangkan.

"Dulu aku mulai Ninoms ini ketika masih di bangku sekolah dan aku enggak nyangka dua tahun kemudian Ninoms akan menjadi sebesar ini dan banyak orang yang percaya akan Ninoms. Yang aku tahu hanyalah aku nyoba buat bikin produk aku ini bisa memberikan pengalaman yang berkesan untuk para customer," ujar Ibas.