Konten dari Pengguna

Mengadopsi Pohon Bodhi di Tengah Pandemi

Pandangan Jogja Com

Pandangan Jogja Comverified-green

email: pandanganjogja@gmail.com

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pandangan Jogja Com tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pohon Bodhi. Foto: learnbuddhismeasy
zoom-in-whitePerbesar
Pohon Bodhi. Foto: learnbuddhismeasy

Public Farm Yogyakarta, sebuah gerakan yang diinisiasi oleh para seniman di Yogyakarta baru saja mendapatkan 10 bibit pohon bodhi. Iwan Wijono, seniman yang menjadi salah seorang inisiator gerakan ini mengatakan bibit pohon bodhi ini merupakan donasi salah seorang pegawai di Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng.

“Sementara didonasi 10, nanti kalau habis akan lanjut lagi,” kata Iwan ketika dihubungi, Jumat (22/5).

Nantinya, akan dicari orang yang mau mengadopsi pohon bodhi tersebut dengan donasi untuk mendukung kerja Public Farm Yogyakarta, di antaranya penyemaian dan pembagian bibit tanaman pangan kepada masyarakat.

“Bisa adopsi memberi seikhlasnya, kalau tanya harga ya saya jawab harga seperti di pasaran online, walau di pasaran online stok sering kosong akhir-akhir ini,” lanjutnya.

Pohon bodhi memang dikenal sebagai pohon yang cukup mahal dan banyak digemari orang. Di toko online, bibit pohon bodhi dengan tinggi antara 20 sampai 40 cm dijual dari Rp 50 ribu hingga ratusan ribu Rupiah.

“Kalau beli di toko online, tidak bisa lihat langsung sebelum membeli, plus biaya kirim jadi total lebih mahal, dan risiko di perjalanan,” ujar Iwan.

Perlu Perlakuan Khusus

Iwan mengakui, cukup sulit melakukan pembibitan pohon bodhi. Meski distek, namun tak semua bibit akan tumbuh seperti yang diharapkan. Dari pengalaman donatur, dari 100 stek hanya 10 bibit yang bisa tumbuh.

“Setelah hidup juga masih butuh perlakuan khusus, meskipun tidak terlalu sulit. Tanah tidak boleh terlalu basah, lembap, maupun kering. Pemupukan tidak boleh terlalu banyak,” kata Iwan.

Mengutip Garden Guides, sebelum menanam pohon bodhi yang pertama harus diperhatikan adalah menentukan lokasi yang tepat. Pohon bodhi adalah pohon yang bisa sangat besar, sehingga usahakan jangan pilih lokasi penanaman dekat dengan jalan atau bangunan karena akar pohon bodhi setelah besar nanti bisa memecahkan beton. Pilih juga lokasi yang mendapat akses sinar matahari penuh dan agak terlindungi dari angin.

Selanjutnya gali lubang sedalam bola akar pohon bodhi dengan lebar dua kalinya. Tambahkan kompos untuk menambah kesuburan tanah, jangan terlalu banyak supaya akar bibit bodhi tidak mati karena panas dari pupuk.

Selanjutnya masukkan bibit bodhi ke dalam lubang dan tutup lagi dengan tanah. Sirami tanah hingga lembap setelah bibit ditanam, dan jangan lupa lakukan penyiraman ini secara teratur.

Pohon Suci yang Menghasilkan Oksigen Siang dan Malam

Bagi umat Hindu dan Buddha, pohon bodhi dianggap sebagai pohon yang suci sebab Buddha menerima pencerahan di bawah pohon ini. Tak heran jika dalam Buddhisme, pohon bodhi menjadi simbol Buddhis terpenting.

Sang Buddha yang hidup lebih dari 2.500 tahun silam, lahir sebagai seorang pangeran. Tetapi dia pergi meninggalkan segala kemewahan itu setelah menyadari bahwa hidup ini dipenuhi penderitaan. 6 tahun lamanya sang Buddha menjalani gaya hidup meditasi yang ekstrim dan hampir mati kelaparan namun tak kunjung mendapatkan pencerahan.

Kemudian sang Buddha duduk di bawah sebuah pohon besar dan bermeditasi selama 49 hari. Dia kemudian berdiri dan berterima kasih kepada pohon itu karena telah memberikannya perlindungan, saat itulah dia mencapai penerangan sempurna.

“Pohon itu kemudian disebut pohon bodhi, atau pohon penerangan. Pohon bodhi yang ada di Buddhagaya sekarang adalah keturunan dari pohon bodhi Sang Buddha mencapai penerangan sempurna, serta merupakan salah satu situs ziarah Buddhis yang paling penting,” kata Iwan Wijono.

Tak seperti kebanyakan pohon pada umumnya, pohon bodhi diketahui dapat mengeluarkan oksigen siang dan malam. Hal inilah yang membuat pohon bodhi sangat akrab dengan orang-orang yang punya budaya spiritual melalui semedi.

“Karena saya juga sering semedi atau meditasi. Orang yang punya budaya spiritual dengan semedi pasti mengenal pohon ini, bagaimana menghormati hubungan manusia dengan alam, tumbuhan, hawan secara metafisik-multidimensional proporsional,” lanjutnya.

Selain dari sisi spiritualitas dan lingkungan sebagai penyuplai oksigen siang dan malam, kayu pohon bodhi yang besar dan kuat juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan pekakas seperti sendok, piring, kursi, meja, atau almari. Bahkan masyarakat pedalaman masih ada yang menggunakan daun pohon bodhi sebagai pakaian, daun-daun disatukan satu per satu hingga membentuk pakaian untuk menutup tubuh mereka.

Buahnya dapat dikonsumsi dan dapat memperlancar pencernaan, mencegah penyakit jantung, serta dapat digunakan sebagai pertolongan pertama terhadap orang yang mengalami keracunan. Akarnya juga bisa dimanfaatkan sebagai obat beberapa penyakit seperti asam urat, arthritis, stomatitis, nyeri punggung, bisul, serta meringankan peradangan.

“Sebagai manfaat tanaman herbal, pohon ini tidak memiliki efek samping selama diminum dalam batasan yang wajar,” jelas Iwan Wijono. (Widi Erha Pradana / YK-1)